SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Airlangga 12 Persen, Akom 10 Persen, Setnov dan SYL?

Reporter:

Editor:

faisalpalapa

Jumat , 15 April 2016 18:08
Airlangga 12 Persen, Akom 10 Persen, Setnov dan SYL?

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Indonesia Survei Center mengungkap hal yang benar-benar mengejutkan, terkait hasil survei kandidat Ketua Umum Partai Golkar.

Peneliti senior ISC Igor Dirgantara mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya ada empat nama kandidat caketum PG yang muncul. Yakni, Airlangga Hartarto, Ade Komaruddin (Akom), Aziz Syamsudin dan Idrus Marham. Mengejutkan, karena tak ada nama nama Setya Novanto (Setnov) muncul.

“Nah dari empat nama tersebut, elektabilitas Airlangga yang paling bagus dan paling disukai oleh publik menjadi ketua umum baru Golkar,” kata Igor, Jumat (15/4).

Dia mengatakan, elektabilitas Airlangga 12,6 persen, Ade 10,9 persen, Aziz 10,1 persen dan Idrus hanya 8,9 persen.

Karenanya, ia menegaskan, Airlangga sosok yang paling berpeluang menjadi ketum baru Golkar dibanding yang lain.

Survei ISC dilaksanakan pada 5-20 Maret 2016 di 34 provinsi di Indonesia. Jumlah sample adalah 1230 responden yang ditentukan melalui teknik probability sampling dengan varian multistage random sampling (rambang berjenjang). Margin of Error 2,8 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Adapun wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuesioner (instrumen survei). Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 persen dari total sampel.

Di sisi lain, peneliti senior ISC Chairul Pane juga menjelaskan bahwa munas nanti akan sangat penting demi eksistensi dan kebesaran partai. Dengan kata lain, Partai Golkar bisa saja lebih terpuruk lagi jika salah memilih ketum barunya di munas mendatang.

Tentu saja, kata dia, ketum baru Golkar harus figur yang bisa dijual ke masyarakat, apalagi pada pemilu 2019 mendatang, pemilu legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden dan hanya dalam satu putaran.

“Artinya figur calon presiden akan berpengaruh besar terhadap perolehan kursi parlemen nantinya,” jelas Chairul yang juga dosen Universitas Jayabaya itu. (boy/jpnn)


div>