SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

AJD Nilai Indonesia Mesti Berinovasi Soal Energi

Reporter:

Armansyah

Editor:

Sofyan Basri

Sabtu , 31 Maret 2018 23:07
AJD Nilai Indonesia Mesti Berinovasi Soal Energi

Anggota DPR RI Komisi VII Andi Jamaro Dulung memberikan materi dalam seminar Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Untuk Masa Depan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, di Aula Udiklat PLN, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (31/3)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPR RI Komisi VII Andi Jamaro Dulung menilai ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap energi yang menggunakan minyak bumi sejauh ini menjadi persoalan pelik yang butuh dicarikan solusinya.

AJD–sapaan akrab Andi Jamaro Dulung menilai saat ini untuk mengganti minyak bumi sebagai bahan pembangkit listrik belum sepenuhnya bisa dilakukan. Indonesia sendiri menargetkan penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) secara nasional di tahun 2025.

“Padahal kalau mau dilihat, negara negara luar, semisal Amerika, disana sudah mulai memberlakukan kebijakan, mengganti energinya dengan energi listrik yang dihasilkan dengan EBT ini,” kata AJD dalam seminar Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Untuk Masa Depan Energi Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar, di Aula Udiklat PLN, Kabupaten Gowa, Sulsel, Sabtu (31/3).

Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UNM ini mengatakan bahwa di Sulsel sendiri beberapa daerah sangat berpotensi menyuplai listrik dengan memanfaatkan angin dari pantai, semisal di Jeneponto, Pare-Pare yang kecepatan anginnya sudah diatas standar.

“Namun memang belum dioptimalkan, meskipun memang untuk Kabupaten Sidrap, patut diacungi jempol karena menjadi yang pertama di Asia Tenggara, membangun 30 tower dan sudah bisa menghasilkan energi murah dan ramah lingkungan, kira kira sebanyak 60 Mega Watt,” jelasnya.

Kata dia, data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesi (ESDM), sebanyak 12.659 desa/kelurahan atau sekira 15,40 persen tidak mendapatkan aliran listrik. Selain itu, sebanyak 31.387 desa/kelurahan tidak ada penerangan di jalan utama desa/kelurahan, dan 12.636 dari 80.337 desa/kelurahan yang sarana transportasi darat tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, roda 4 atau lebih sepanjang tahun.

“Sehingga perlu adanya solusi konkrit terkait permasalahan di Desa/Kelurahan, Indonesia sesugguhnya memiliki modal dasar yang kuat untuk menjamin ketahan energi dalam jangka waktu yang panjang,” pungkasnya.


div>