KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Aji Mumpung Partai, Pilih Dukung Incumbent

Reporter:

Fahrullah

Editor:

Iskanto

Kamis , 18 Oktober 2018 10:04
Aji Mumpung Partai, Pilih Dukung Incumbent

ilustrasi (rakyatsulsel.com)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2019 untuk memperoleh suara tentu saja butuh kerja keras dan strategi. Salah satunya adalah mendukung Calon Presiden (Capres) incumbent. Bagi partai, ini adalah peluang besar yang bisa mengangkat elektabilitas.

Di kubu Jokowi sendiri ada sembilan partai politk yang menjadi pengusungnya. Masing-masing PKPI, Hanura, PSI, NasDem, PPP, PDIP, Golkar, Perindo dan PKB.
Juru Biacar Partai NasDem Sulsel, M Rajab mengaku tidak melihat untung rugi partai besutan Surya Paloh itu dalam mendukung sang petahana. Akan tetapi, kata dia, kader partai bekerja atas perintah DPP.

“Kalau kita tidak melihat untung rugi, tapi kalau itu putusan partai kita harus ikuti. Kalau mau lihat hasilnya nanti saja pada bulan April 2019 mendatang,” kata M Rajab.

NasDem, kata dia telah mengintruksikan kepada seluruh kadernya untuk bekerja sekuat tenaga demi meraih suara yang memuaskan baik untuk partai maupun usungan Capres.

“Yang jelas NasDem mengoptimalkan seluruh kader dan caleg untuk memenangkan Jokowi sebagai presiden. Dan kita tidak memiliki tawar menawar. Yang paling penting sikapnya kita berpihak kepada siapa dan kita tidak boleh main dua kaki dalam politik,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini masyakrat sudah tahu jika Jokowi masih layak menjadi prisiden dua priode berkat kerja-kerja selama empat tahun lebih. Ini terlihat dengan kasat mata. “Kita tetap mengkampanyekan keberhasilannya di Indonesia dan kita juga sudah lihat bahwa masyarakat sudah cerdas dalam memilih,” jelasnya.

Wakil Ketua DPW PKB Sulsel, Irwan Hamid, mengatakan, jika partainya akan bekerja maksimal untuk meraih kemenangan dan mengantarkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang di Pilpres 2019 mendatang.

Legislator DPRD Sulsel ini menyebutkan, seluruh Caleg PKB diwajibkan untuk mensosialisasikan usungan partai di Pilpres. Apalagi, pasangan Jokowi berasal dari kalangan NU.

Irwan Hamid tidak menampik jika PKB akan mendapatkan keuntungan jika Jokowi kembali memimpin Indonesia. Alasannya kata dia, yang menjadi wakil Jokowi dari kalangan NU. “Kalau PDIP dapat Jokowi, kita dapat Kiai Ma’ruf,” sebutnya.

Lebih jauh Irwan Hamid mengatakan, untuk mensosialisasikan Jokowi-Ma’ruf sangat muda dengan status incumbent. “Kan programnya teruji dan ini tinggal dilanjutkan dan masyarakat sudah menikmati,” pungkasnya. (*)


div>