SABTU , 21 JULI 2018

Ajiep Padindang Sosialisasi Pilar Kebangsaan Dengan Masyarakat Penyandang Disabilitas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 05 Juni 2018 14:33
Ajiep Padindang Sosialisasi Pilar Kebangsaan Dengan Masyarakat Penyandang Disabilitas

Anggota MPR RI Dapil Sulsel, Dr. H. Ajiep Padindang. SE. MM melaksanakan kegiatan Sosilisasi Pilar Kebangsaan dengan warga Binaan Panti Sosial Bina Dhaksa Wiradjaya (PSBDW) Makassar.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota MPR RI Dapil Sulsel, Dr. H. Ajiep Padindang. SE. MM melaksanakan kegiatan Sosilisasi Pilar Kebangsaan dengan warga Binaan Panti Sosial Bina Dhaksa Wiradjaya (PSBDW) Makassar.

Kegiatan Sosialisasi tentang empat pilar kebangsaan merupakan program setjen MPR RI untuk menyebarluaskan pilar kebangsaan di tengah-tengah kelompok masyarakat melalui Anggota MPR RI di dapilnya masing-masing.

Ajiep Padindang selaku Anggota MPR RI dari kelompok DPD RI dari daerah prmilihan Sulsel memilih segment pemuda dari warga binaan Panti Sosial Bina Dhaksa Wirajaya (PSBDW) yang membina penyandang dissabilitas dari beberapa provinsi di Indonesia Timur.

Pada sambutan pembukaannya Kepala PSBDW Makassar yang diwakili oleh Kepala bagian pembinaan anak panti Yakub Abdullah. S.sos. M.Si. menyatakan, pihaknya sangat terharu dan berterima kasih kepada Ajiep Padindang atas kesediaannya berkunjung dan melakukan kegiatan di panti ini.

“Baru dalam sejarah panti ini dikunjungi oleh pejabat negara dari unsur DPD RI /MPR RI. Semoga ini membawa hikmah dan berkah bagi kita semua. Khususnya bagi peserta warga binaan PSBDW Makassar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ajiep Padindang dalam uraian sosialisasinya banyak memberikan spirit kepada penyandang dissabilitas untuk lebih semangat dan memiliki motivasi yang lebih besar dalam menghadapi kondisi kekinian.

“Saat ini era globalisasi sudah masuk dan merasuk dalan sendi- sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Persaingan SDM semakin ketat. Sehingga kita mau atau tidak mau harusnya siap menghadapi kompetitor kita dari luar. Olehnya itu dibutuhkan wawasan dan keterampilan yang spesifik dan memadai bagi tiap tiap anak bangsa. Agar mampu bertahan dan berkiprah minimal di negeri atau daerah sendiri dan tidak menjadi penonton dalam pembangunan di lingkungan kita,” ungkapnya. (*)


div>