SELASA , 12 DESEMBER 2017

Ajiep Padindang Usulkan Nama Pangkajenne Diubah Menjadi Siang

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 24 Oktober 2017 16:15
Ajiep Padindang Usulkan Nama Pangkajenne Diubah Menjadi Siang

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana memberikan sambutannya pada kegiatan Seminar Menelusuri Jejak Sejarah Kerajaan Siang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bekerjasama dengan yayasan Sulapa Eppae, Selasa (24/10) di aula Hotel Mattampa Inn. Kegiatan ini dihadiri langsung Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ajiep Padindang. (ist)

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ajiep Padindang mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten Pangekp untuk mengubah ibukota Kabupaten Pangkep yaitu Pangkajene menjadi Siang.
Hal tersebut diungkapkan Ajiep saat menjadi pemateri pada seminar “Menelusuri Jejak Sejarah Kerajaan Siang” yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bekerjasama dengan yayasan Sulapa Eppae, di di aula Hotel Mattampa Inn, Selasa (24/10) .

Ajiep menilai jika kerajaan Siang merupakan kerajaan tertua dan sangat terkenal sejak abad ke-12 di Sulawesi Selatan, meski hingga kini kerajaan tersebut masih belum memiliki data otentik sehingga nyaris terlupakan.

Ajiep yang menganjurkan nama Pangkajene berubah menjadi Siang, tidak lain agar para generasi saat ini dapat mengetahui tentang jejak Kerajaan Siang yang sangat terkenal dan memiliki nilai yang tinggi.

“Sayang kalau kerajaan tertua di Sulsel ini hilang begitu saja, hal yang paling mudah untuk mengingat kerajaan ini adalah mengubah nama ibukota Pangkep menjadi Siang,” ucapnya.

Dia menambahkan, jika Kerajaan Siang memiliki banyak literatur untuk ditelusuri namun karena minimnya penyebaran generasi muda saat ini seakan melupakan sejarah itu.

“Kerajaan Siang memiliki banyak literatur, tapi belum menyebar, dan terpublikasi bahkan disayangkan siswa sekarang tidak tahu, apa itu kerajaan siang,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pangkep Syahban Sammana, mendukung wacana yang diusulkan tersebut, lantaran dianggap sebagai upaya untuk mempertahankan budaya dan sejarah daerah.


div>