RABU , 12 DESEMBER 2018

Ajudan Bupati Tana Toraja Tegur Jurnalis Pakai Kata Kasar

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

Lukman

Senin , 05 Februari 2018 23:00
Ajudan Bupati Tana Toraja Tegur Jurnalis Pakai Kata Kasar

Ketua Pokja PWI Tana Toraja dan Toraja Utara, Yoel Rombe Datubakka

TANA TORAJA, RAKYATSULSEL.COM – Seorang ajudan Bupati Tana Toraja, berinisial KT yang melontarkan kata-kata kasar kepada jurnalis disela jam istirahat di lantai 2 Kantor Bupati Tana Toraja, Jl Pongtiku Pantan, Makale, Senin (05/02/2018). KT menegur dengan kasar tanpa memberikan informasi lebih awal jika bupati istirahat.

Menurut salah satu jurnalis yang ditegur KT, Cinnank bahwa dia dan rekannya sudah mendatangi ruang bupati pertama kali pagi untuk wawancara. Namum bupati sedang sibuk jadi belum bisa ditemui, sehingga keduanya keluar.

Dan siangnya mereka kembali untuk kedua kali ke ruang tunggu bupati, dan oleh salah satu staf perempuan AT mengizinkan masuk di ruang kerja bupati. Saat masuk terlihat bupati sementara makan bersama beberapa pegawai salah satunya Kepala BKD Tana Toraja.

Lebih lanjut dijelaskan Cinnank bahwa karena bupati sedang makan siang akhirnya mereka memilih keluar menunggu. Setelah menunggu kurang lebih 20 menit, Kepala BKD keluar dan jurnalis mencoba masuk, tapi dihalangi ajudan bupati di pintu dan memberikan kata kasar kepada jurnalis.

“Eh, tidur bapak, kau mau mendengar tidak, kalau tidak saya lempari kau nanti,” aku Cinnak menirukan kata-kata kasar ajudan bupati tersebut.

Ucapan tersebut dikeluarkan AT secara berulang dan mengambil Henditalcy (HC) di sakunya dan seakan ingin melempar.

“Coba awalnya dia bilang bupati tidur kami akan setia menunggu, saat kami masuk dia berkata kasar, padahal masih bisa kok bicara baik,” ujar Cinnank yang merupakan salah satu jurnalist media online dan cetak.

Senanda dengan itu rekan Cinnank, Andarias menambahkan bahwa ketika mereka menunggu, Kepala OPD dan staf yang masuk lalu lalang. Padahal wartawan belum diizinkan masuk juga. Untuk itu, Andarias mengaku sangat menyayangkan tindakan ajudan tersebut.

“Saya menyayangkan kelakuan ajudan yang tidak menghargai media (melarang) melakukan peliputan,” ketus Andarias.

Karen itu, Andarias sebagai jurnalis berharap respon Bupati Tana Toraja dan Kapolres Tana Toraja bagaimana menyikapi kelakuan angotannya yang sekarang selaku ajudan Bupati Tana toraja Nicodemus Biringkanae yang bersikap kasar dan tidak sopan kepada media.

Ketua Pokja PWI Tana Toraja dan Toraja Utara, Yoel Rombe Datubakka yang dimintai tanggapan terkait insiden tersebut, mengatakan bahwa jika kejadian tersebut benar terjadi maka sangat disayangkan.

Hal tersebut kata dia tidak perlu terjadi karena seorang wartawan dalam menjalankan tugas itu dilindungi oleh UU no 40 tahun 1999 tentang Pers. Untuk itu dirinya berharap kejadian ini jangan terulang lagi.

“Dan kalau ada kekeliruan seharusnya disampaikan dengan baik, tidak harus dengan nada tinggi seperti itu,” ujarnya. (*)


div>