KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Akbar Faizal Apresiasi Polda Sulsel Ungkap 5 Kg Sabu

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 30 April 2018 15:33
Akbar Faizal Apresiasi Polda Sulsel Ungkap 5 Kg Sabu

AKBAR FAISAL

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Anggota Komisi III DPR RI asal Sulsel, Akbar Faizal, mengapresiasi jajaran Ditnarkoba yang berhasil menangkap jaringan narkoba yang menjadikan Sulsel sebagai pasar. Total 5 kg sabu kualitas premium dan ratusan butir ekstasi terbaik berhasil digagalkan diperdagangkan. Hasil tangkapan kali ini cukup untuk dikonsumsi 100 ribu pengguna narkoba.

“Saya hadir khusus untuk memberi dukungan penuh kepada jajaran Polda Sulsel memberantas perdagangan narkoba ini. Terima kasih pak Kapolda dan jajaran, ” kata Akbar Faizal dalam jumpa pers di Mapolda Sulsel yg dipimpin langsung Kapolda Irjen Pol Umar Septono, Senin (30/4).

Jajaran Satnarkoba Polda Sulsel yg dipimpin Kombes Pol Hermawab berhasil menangkap dua org pelaku berinisial HS yang diketahui adalah jaringan lama dalam skala besar di Sulsel selain Cullang yang telah ditembak mati dalam sebuah operasi penyergapan beberapa waktu lalu. Sementara pelaku HW adalah kurir. Kepada Akbar Faizal, HS yang berdomisili di Gowa mengaku sdh 10 tahun berbisnis narkoba.

Kedua tersangka ini adalah bagian dari sindikat narkoba terbesar di Makassar, yang terafiliasi jaringan narkoba internasional.

Pelaku ditangkap di sebuah hotel di Medan setelah berhari-hari dikuntit satuan narkoba Sulsel dari makassar. Rencananya, paket narkoba ini akan dipecah dalam bbrp paket dan dikirimkan ke Makasar melalui beberap skenario, baik melalui laut maupun darat dan udara. Modusnya, paket narkoba dikrmas dalam kemasan aluminium yang dirancang bisa melewati pemeriksaan scan X-Ray.

Untuk wilayah Sulsel, narkoba masuk melalui tiga pintu utama yakni Pelabuhan Parepare, pelabuhan Makassar dan Bandara Hasanuddin. Semakin mengkhawatirkan sebab ternyata Polda Sulsel dan BNN belum memiliki K-9 berikut fasilitas pendukungnya. Akbar Faizal yang pernah terjun langsung ke Pelabuhan Parepare menemukan berbagai kendala pemberantasan narkoba. Salah satunya, pintu X-Ray yang hanya satu buah dinyatakan tidak bisa digunakan dengan alasan PLN tidak bisa memasok tenaga listrik utk alat ini. (*)


div>