RABU , 17 OKTOBER 2018

Akbar Faizal : Jangan Bermain-main Dengan Dana Desa

Reporter:

Editor:

MD

Selasa , 20 Februari 2018 12:24
Akbar Faizal : Jangan Bermain-main Dengan Dana Desa

Anggota DPR RI, Akbar Faizal (tengah) berbincang saat mengadiri Talk Show Radio RRI Kabupaten Bone, Selasa (20/2)

BONE, RAKYATSULSEL.COM – Di sela-sela kunjungan reses di Kabupaten Bone, anggota komisi III DPR RI, Akbar Faizal menyempatkan hadir di acara Talk Show Interaktif Radio RRI Kabupaten bone, bersama Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Sulsel, Sri Rahayu Usmi, Selasa (20/2).

Talk show ini membahas penegakan penggunaan dana desa, mengingat banyakmya kepala desa yang terjerat kasus hukum dari penggunaan alokasi dana desa saat ini.

Menurut Akbar Faizal, terkait adanya beberapa perangkat desa yang terlibat kasus hukum karena pemanfatan dana Desa, hal ini disebabkan oleh dua faktor, yakni kepala desa sebagai pelaksana anggaran desa tidak tahu aturan pemanfaatan dana desa itu dan yang kedua kepala desanya bandel.

“Ini karena masih adanya pelaksana anggaran desa, mereka tidak paham penggunaan dana desa itu. karena disitu banyak aturan, mestinya itu tidak terjadi. Nah hari ini, saya berada di bone dalam rangka sosisalisasi Implementasi Undang Undang Desa,” kata AF sapaanya, saat talk.

Akbar Faizal menegaskan jika perangkat desa tak ingin bermasalah dengan hukum, ikuti aturan yang ada.

“Kalau keluar dari aturan itu pasti bermasalah. Kami dari DPR-RI membuat undang undang desa itu, jangan sampai ada pihak pihak yang memanfaatkan dana desa itu seperti melakukan intervensi terhadap kades, hal itu berbahaya. gunakanlah dana desa itu sesuai dengan aturan yang ada,” tegas AF.

“Intinya saya tidak ada mau lagu kepala desa yang bermasalah. Jika kepala desa bermasalah pastinya akan mengganggu pelayanan di Desa,” tambahnya

Sementara itu Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Sulawei Selatan, Sri Rahayu Usmi menjelaskan bahwa mekanisme pencairan Dana Desa itu harus melalui musyawarah Desa.

“Ada namanya APBDes. Nah untuk mencairkan Dana Desa itu, harus sesuai dengan mekanisme yang ada, diantaranya
harus melalui musyawarah desa. Di musyawarah desa itu semua pihak dilibatkan, untuk mengetahui apa apa yang dubutuhkan di Desa itu. Dari hasil musyawarah desa itu dana desa digunakan,” kata Sri Rahayu yang juga kepala Desa Mattiro Walie Kabupaten Bone.

Sebelum melakukan Talk Show di RRI, Akbar Faizal juga menyempatkan bersilaturahmi dengan calon bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi di sebuah warung kopi di kota Bone(*)


div>