MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Akbar sebut Ranperda LAD kabupaten Gowa mirip dengan UU Keistimewaan Yogyakarta

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 18 April 2016 11:40
Akbar sebut Ranperda LAD kabupaten Gowa mirip dengan UU Keistimewaan Yogyakarta

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pro kontra Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Lembaga Adat Daerah (LAD) terus bergulir. Hal itu kemudian memunculkan berbagai lapisan masyarakat untuk memberikan opini tentang hal tersebut. Termasuk anggota DPR RI dari fraksi partai Nasional Demokrat (NasDem), Akbar Faisal.

Dalam kunjungannya di kecamatan Bajeng, kabupaten Gowa untuk melakukan sosialisasi empat pilar MPR RI pada Sabtu (16/4) lalu, Akbar mengatakan Ranperda LAD kabupaten Gowa mirip dengan undang-undang keistimewaan provinsi Yogyakarta yang ketika itu dirinya terlibat dalam merumuskan UU tersebut.

“Dari apa yang saya dengar, Ranperda LAD itu mirip dengan UU Keistimewaan Yogyakarta, namun jujur saja saya katakan belum bersikap terkait hal tersebut untuk memberikan solusi karena saya sendiri belum membaca Ranperdanya secara langsung,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam dua minggu terakhir ini telah kedatangan sebelas tamu untuk memintanya bersikap namun hal tersebut belum membuatnya untuk menyikapinya. Namun, kata Akbar, wajar kalau ia diminta untuk memberikan komentar terkait hal tersebut.

“Jujur saja saya katakan, sudah ada sebelas orang dalam dua minggu ini yang datang menemui saya untuk meminta saya bersikap, permintaan mereka yang datang pada saya itu wajar sebab saya dulu terlibat dengan UU Keistimewaan Yogyakarta, tapi sekali lagi saya bilang belum mau memberikan statemen,” ungkapnya.

Menurut anggota DPR RI dua periode ini, yang paling penting adalah Gowa sebagai salah satu kabupaten yang memiliki adat dan kebudayaan haruslah dilestarikan. Ia menilai, kabupaten Gowa, Bone, dan Luwu yang memiliki karakter kerajaan tidak boleh dilupakan.

“Gowa, Luwu, dan Bone itu memiliki karakter kerajaan tidak boleh dilupakan, tapi mestinya dilestarikan,” ujarnya.

Selain itu, kata Akbar, situs-situs sejarah yang ada di Gowa mesti diperhatikan untuk dilakukan perawatan. Menurutnya, situs-situs yang ada tersebut bisa dijadikan objek wisata yang sangat menjanjikan untuk menyedot wisatawan asing untuk berkunjung.

“Situs sejarah yang ada di Gowa ini perlu dilestarikan, ini kan bisa dijadikan objek wisata yang bisa membuat wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung yang tentunya juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat,” tandasnya.


Tag
  • Perda LAD
  •  
    div>