SENIN , 16 JULI 2018

Akbar Tandjung Kuatir Golkar Makin Jeblok

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Kamis , 21 Januari 2016 01:21

RAKYATSULSEL.COM – Perseteruan dua kubu di internal Golkar membuat Golkar Akbar Tandjung waswas. Politisi senior Beringin ini khawatir posisi Golkar semakin terperosok akibat konflik yang berkepanjangan itu.

Kekuatiran Akbar cukup beralasan. Gara-gara konflik dua kubu, posisi Golkar di Pilkada serentak 2015 sangat jemblok. Dari 264 daerah yang menggelar pilkada, Golkar hanya berpartisipasi di 116. Jumlah kemenangannya juga sangat kecil. Golkar hanya berhasil dalam kategori menang di 49 daerah.

“Akibatnya, Golkar hanya berada di posisi 9 dari 12 partai yang ikut pilkada serentak. Ini sangat menyedihkan. Ini tidak boleh terulang kembali. Mestinya dua pihak menyadari hal ini,” ucapnya saat dihubungi sesaat lalu (Rabu, 20/1).

Jika perseteruan Ical dan Agung berlanjut, Akbar khawatir posisi Golkar semakin hancur di Pilkada serentak 2017. Apalagi waktu penyelenggaraan Pilkada serentak itu hanya tinggal satu tahun lagi. Kata Akbar, bagaimana bisa menang kalau dua kubu masih gontok-gontokan. Bukannya melakukan kampanye dengan baik, yang ada malah terus berantem.

“Kalau tidak ada antisipasi sejak dini bukan tidak mungkin posisi Golkar akan merosot kembali. Untuk itu saya berhadap dua pihak segera mengakhiri kondisi ini,” tandasnya.

“Jadi, kalau misalnya kita di PKS ada nama-namanya kita pasti akan meminta klarifikasi apakah itu betul ketidakhadiran karena itu paling rendah atau yang lain, atau tercatat karena ada agenda legislator yang lain misalnya ada egenda kunjungan, ke partai atau ke konsituen.

Oleh karena itu, kata Irwan, untuk sistem terkait masalah kehadiran, fraksi PKS sangatlah ketat. “Karena kalau sistem internal pks sendiri cukup ketet tentang penilaian seorang anggota dewan,”ungkapnya. (rmol)


div>