SENIN , 18 DESEMBER 2017

Akhir Tahun, 7000 Guru Honorer Bakal Kecipratan Dana

Reporter:

Al Amin Malliuri

Editor:

asharabdullah

Rabu , 15 November 2017 11:23
Akhir Tahun, 7000 Guru Honorer Bakal Kecipratan Dana

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo. Dok. RakyatSulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pencairan upah guru honorer akan dilakukan awal januari tahun depan. Namun besaran upah yang diterima terhitung sejak Januari 2017 lalu.

“Para guru honorer akan terima gajinya saat tahun baru nanti, mereka harus gembira di tahun baru. Banyak yang mereka terima karena upahnya dirapel sejak Januari 2017,” ungkap Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, Selasa (14/11) kemarin.

Selain itu, Disdik juga memastikan adanya kenaikan tunjangan bagi guru honorer pada 2018. Tunjangan guru honorer yang sebelumnya Rp2.500 perjam, rencananya naik menjadi Rp10.000 perjam. Untuk tahun ini,

Hal itu disampaikan oleh Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo dihadapan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo usai penandatangan Surat Ketetapan (SK) Penetapan Jam bagi guru Honorer tingkat Sekolah Mencegah Atas (SMA), Sekolah Menebgah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB), di Pelataran Parkir Mall Phinisi Poin, Makassar, Selasa kemarin.

“Bersyukur, Gubernur Sulsel sudah menandatangani SK Penetapan Jam, dimana nantinya sebanyak 7000 guru honorer akan digaji lebih dari sebelumnya,” ungkap None, sapaan akrab Irman Yasin Limpo.

Lebih lanjut, None mengaku SK ini bukan untuk pengangkatan honorer, namun terlebih kepada peningkatan kualitas hidup guru honorer. “Tidak ada kewenangan kepala sekolah untuk melakukan pengangkatan pegawai, itu kewenangan dari pusat,” ungkapnya.

Untuk melegalkan guru honorer di sekolah, lanjut None pihaknya menyetujui adanya SK Penetapan Jam. “Jadi sang guru honorer ini kita SK kan, berapa jam dia mengajar di sekolah. misalnya Rahma mengajar 10 jam dalam satu Minggu, tidak boleh juga Rahma mengajar 45 jam dalam seminggu karena tidak ada nanti kerjanya guru PNS, karena 30 jam lainnya harus PNS,” paparnya.

Lebih jauh None mengaku ada kenaikan tunjangan, yang sebelumnya Rp 2500 per jam, maka dinaikkan hingga Rp 10 ribu per jam. “Tunjangan ini kita tambah dari yang sebelumnya tunjangannya hanya 2500 per jam, tidak tau sumber dananya dari mana, kadang-kadang dari dana pungutan, kadang-kadang dari dana bos dibolak-balik. Nah sekarang tidak lagi begitu, sumber dana SK ini berasal dari dana bos 15 persen dan selebihnya dari APBD dan sertifikasi,” lanjutnya.

Dengan hadirnya SK ini, None berharap agar pegawai guru honorer tidak boleh lebih banyak bekerja dari pada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Untuk pencairannya, kata mantan Penjabat Bupati Luwu Timur ini akan dilakukan pada awal Januari 2018, namun besaran upah yang diterima terhitung sejak Januari 2017 lalu.

“Para guru honorer akan terima gajinya saat tahun baru nanti, mereka harus gembira di tahun baru. Banyak yang mereka terima karena upahnya dirapel sejak Januari 2017,” tutupnya. (*)


div>