JUMAT , 20 JULI 2018

Akibat Pil Kuat, Pejantan Tangguh Tumbang di Ronde Keempat

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 01 Juli 2017 01:50
Akibat Pil Kuat, Pejantan Tangguh Tumbang di Ronde Keempat

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Jonny Abdullah (52) warga Jl Sukaria I, nomor 9, Makassar ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tertelungkup kaku di kamar 106, Wisma Topaz, Jalan Topaz, Selasa (27/6) lalu, diduga dikarenakan meminum pil obat kuat.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Panakukkang, AKP Warpa membenarkan hal tersebut. Ia menjeskan, penyidik telah memeriksa saksi terakhir merupakan saksi mata meninggalnya Jonny secara tiba-tiba usai menggayung sepedanya dari kediamannya.

Dari pengakuan saksi mata usai diperiksa, Rabu (30/6). Menurut Warpa, HD (39) yang berprofesi sebagai PSK, kerap mangkal di depan Wisma Topaz, korban sebelum bercinta dengannya, (jonny,red) meminum pil yang diduga obat kuat.

“Pengakuan HD di hadapan penyidik begitu, karena pada saat hendak bercinta melihat korban meminum pil obat. Entah obat kuat atau apa, tapi ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri,,” ucap Warpa, Jumat (30/6).

Dia menambahkan, HD merupakan wanita keempat yang ia temani bercinta di kamar 106, Wisma Topaz.

“Informasi dari maminya selaku mucikari, bahwa korban sebelumnya sudah bercinta dengan tiga PSKnya. Dan itu berselang beberapa jam saja,” kata Warpa.

Awal insiden ini bermula pada saat Jonny (korban) berangkat dari rumahnya, Jl Sukaria menuju ke Wisma Topaz dengan menggunakan sepedanya, sekiranya pukul 07.00 Wita.

[NEXT-RASUL]

Kedatangan Jonny ke wisma berpura-pura hendak mandi dikarenakan merasa kegerahan. Namun sebenarnya, kedatangannya di wisma itu ingin merasakan sensasinya bercinta (bersetubuh) bersama wanita kupu-kupu malam.

Kemudian, Jonny bertemu dengan HD tepat didepan kasir wisma. HD yang hendak pulang kerumah karena kelelahan menghadapi lelaki hidung belang, batal dikarenakan mendapatkan tawaran dari korban untuk bercinta dengan jumlah biaya tarifnya sebesar Rp200 ribu.

“HD menerima penawaran itu. Dan menunjukkan bahwa untuk menyewa kamar yang seharga Rp50 ribu shorttime. Jadi, HD dapat Rp150 ribu dan Rp50 ribunya dipakai bayar kamar,” terangnya.

Usai membersihkan diri, korban merasa segar sehingga mengajak HD untuk bercinta selama durasi waktu 15 menit.

“Setelah bercinta, korban malah merasa gerah dan mandi. Sedangkan HD beranjak pergi dari kamar tersebut dan pulang,” ungkapnya.

Tak cukup lama, korban terjatuh dari mandi dan tidak sadarkan diri. Lalu, berselang kemudian, room boy masuk kedalam kamar menemukan korban sudah tak bernyawa dengan kondisi tertelungkup kaku, sekiranya pukul 11.00 Wita, Selasa (27/6) beberapa hari yang lalu.

Dari hasil olah TKP, anggota Polsek Panakukkang, mengamankan beberapa alat bukti diantaranya sepeda milik korban, pakaian korban, dan handuk yang tergeletak tak jauh dari tubuh korban.


div>