RABU , 19 DESEMBER 2018

Akibat Status Hutan Lindung, Akses ke Dusun Tabaro Tak Berkembang

Reporter:

Iskanto

Editor:

Minggu , 09 September 2018 07:30
Akibat Status Hutan Lindung, Akses ke Dusun Tabaro Tak Berkembang

int

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Sudah puluhan tahun warga Dusun Tabarano, Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda hidup terbelakang. Hal yang membuat desa ini terbelakang adalah akses jalan yang tidak layak. Pemerintah tidak bisa melakukan pengaspalan jalan tersebut lantaran masuk dalam kawasan Hutan Lindung.

Warga Dusun Tabarano berharap Pemerintah segera melepas status Kawasan Hutan Lindung tersebut sehingga bisa membangun jalan secara permanen.

Untuk memperjuangkan tunturan tersebut, warga mengundang Anggota DPR RI Luthfi A Mutty dan Kepala Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulsel, Muchsin untuk datang langsung melihat kondisi Desa Tabarano,Sabtu ( 8/9).

Menurut Kepala Desa Tabarano Rimal, sudah sejak lama persoalan di Dusun Tabarano ini diperjuangkan. Sudah berkali -kali pula ganti presiden termasuk gubernur dan bupati akses jalan tidak bisa dibangun.

“Hanya 2 KM saja jalan yang masuk kawasan Hutan Lindung sehingga tidak bisa desa kami di bangun , Sebenarnya siapakah yang mau di Lindungi disini, Hutannya atau Masyarakatnya pak, “Ujar Rimal

Luthfi dalam kesempatan tersebut, mengatakan tujuan negara ini di dirikan adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Lanjut Lutfhi, Selama dalam perjalanan ke Dusun Tabarano ia banyak melihat hamparan padang rumput. Tidak ada hutan, sehingga ia mempertanyakan mengenai status hutan lindung tersebut.

“Ini memang masalah, menurut saya ini harus di bereskan, status Kawasan Hutan Lindung tidak boleh menyengsarakan masyarakat,” kata Lutfi.

Berdasarkan data ada 50 juta jiwa di Indonesia ini yang masyarakatnya hidup di kawasan hutan lindung, termasuk masyarakat adat.
“Mereka rata – rata miskin, apakah Mereka miskin, tentu tidak , kebijakanlah yang memiskinkan mereka. “Termasuk¬† didesa Tabarano ini,” terangnya.

Sementara Asisten Satu pemerintah Luwu Timur, Dohri As Ari mengatakan, persoalan ini sudah di usulkan Pemda Lutim ke Kementerian Kehutanan RI tapi sampai sekarang belum terealisasi.

Namun begitu Pemerintah Luwu Timur juga sudah menganggarkan pengaspalan jalan masuk ke Dusun Tabarano sepanjang 12 Km. Dan akan di eksekusi pada anggaran 2019 nanti.

“Kan hanya KM 5 dan 6 saja yang masuk Kawasan ini nanti akan kita minta izin tertulis dari kementerian,” jelas Zohri. (*)


Tag
div>