Akmal Minta Alih Fungsi Lahan Pertanian Harus Diganti

Andi Akmal Pasluddin

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Anggota DPR Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin meminta kepada pemerintah untuk dapat mengganti lahan pertanian yang terkonversi menjadi infrastruktur.

Ia meniali penghitungan lahan kembali dalam bentuk audit lahan perlu dilakukan kembali dengan mengacu pada hasil audit lahan pulau jawa tahun 2010 dan luar jawa tahun 2012.

Akmal mengatakan banyak terjadi perubahan akibat pembangunan dan akibat cuaca ekstrim rentang lima tahun terakhir, sehingga memerlukan updating data lahan pertanian sehingga ada acuan agar pemerintah mempu merumuskan dan mengeksekusi kebutuhan lahan pertanian yang perlu diganti.

“Lahan yang didalamnya ada pohon atau tanaman pangan memerlukan imbalan yang cukup. Bahkan bisa mencapai sepuluh kali lipat. Namun realisasi penggantian lahan pertanian akibat pembangunan ini kontrolnya sangat lemah. Sehingga sulit bagi semua pihak untuk dapat memantau perkembangan pergantian lahan akibat konversi,” kata Akmal.

Legislator Dapil Sulsel II ini menambahkan, dari tahun ke tahun terjadi penurunan jumlah keluarga petani. Menurutnya, tahun 2013 jumlah kepala keluarga petani 31 juta, kini hanya 26 juta.

“Hal ini perlu dikonfirmasi dengan jumlah lahan yang ada sehingga dapat menjelaskan apakah terjadi efisiensi industri pertanian atau memang penurunan profesi petani berbanding lurus dengan penurunan lahan,” jelasnya.

Anggota Banggar DPR RI ini pun meminta khusus kepada pihak kementerian pertanian agar mendata tiap kabupaten/kota pada kontribusi sektor pertanian terhadap produk domestik bruto regional (PDRB).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here