SENIN , 16 JULI 2018

Akper Anging Mammiri Bakal Diambil Alih UNM

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 30 Juni 2018 15:00
Akper Anging Mammiri Bakal Diambil Alih UNM

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latif. (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Rachmat Latief menjelaskan, proses pengalihan Akademi Keperawatan (Akper) Anging Mammiri ke Universitas Negeri Makassar (UNM), sementara dilakukan. Ia mengakui jika Akper yang sebelumnya dibawahi Dinas Kesehatan tersebut sudah diambil alih UNM, bahkan rencananya akan menjadi satu fakultas tersendiri di kampus pencetak guru tersebut.

“Dalam proses mi. Sudah dibuat persuratannya segala macam. Semua sudah dibicarakan. Insya Allah jadi pindah itu,” ungkap Rachmat, Jumat (29/6) kemarin.

Status kelembagaan Akper Anging Mammiri beberapa waktu terakhir memang menjadi polemik. Pasalnya selama ini pengelolaan yang dilakukan oleh Pemprov Sulsel dianggap sudah tak sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

Kewenangan pengelolaan pendidikan tinggi sudah tak menjadi tanggung jawab Pemprov, tapi sepenuhnya berada pemerintah pusat. Sehingga, berdasarkan kepentingan ini, maka dilakukan proses pengambilalihan Akper Anging Mammiri tersebut ke Universitas Negeri Makassar.

Rachmat melanjutkan, jika semua proses persuratan dan pengalihan aset rampung dalam waktu dekat, bisa jadi di tahun ajaran ini, UNM sudah bisa membuka pendaftaran untuk Fakultas Keperawatan atau Fakultas Kesehatan.

“Kita harapkan UNM dalam penerimaan mahasiswa baru, sudah bisa menerima mahasiswa keperawatan, tahun ajaran ini,” jelas Rachmat.

Sementara itu, Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama UNM, Prof Dr Gufran Darma Dirawan mengatakan, sejauh ini, Pemprov Sulsel masih menyusun penyerahannya. Selain itu, masih menunggu surat dari Kementerian Pendidikan Tinggi (Dikti) terkait penyerahan Akper Anging Mammiri ke UNM.

“Mereka masih rapat internal dulu. Kalau semua urusan rampung, mungkin sudah bisa terima mahasiswa tahun ajaran baru ini, ” jelasnya.

Dia melanjutkan, pihaknya juga sementara membicarakan proses peralihan baik terkait mahasiswa, dosen, aset, dan terutama menyangkut mekanisme kelembagaannya.

“Yang paling penting itu terkait penyerahannya. Dari provinsi ke UNM. Inikan sudah lama direncanakan. Sejak tahun 2017. Tapi kendala masalah kelembagaan yang belum ada kesepahaman.
“Masih berproses semua, ” pungkasnya. Saat ini Akper Angin Mammiri memiliki 600 mahasiswa dengan jumlah pengajar 43 orang dan staf 89 orang, 40 orang diantaranya berstatus PNS. Akper Angin Mammiri sendiri sudah terbentuk selama 30 tahun lalu dengan ribuan alumni yang sudah dicetak. (*)


div>