RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Akses Transportasi Dibatasi, Aliansi Pemuda Pulo Sambangi Dishub Selayar

Reporter:

Editor:

Muhammad Alief

Rabu , 05 September 2018 16:35
Akses Transportasi Dibatasi, Aliansi Pemuda Pulo Sambangi Dishub Selayar

Aliansi Pemuda Pulo Peduli Transportasi Laut Kepulauan Selayar, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan, guna meminta perhatian dan berdialog terkait persoalan transportasi laut, Rabu (5/9).

KEPULAUAN SELAYAR, RAKYATSULSEL.COM – Permasalahan sulitnya memperoleh akses transportasi laut belakangan ini dikeluhkan masyarakat yang bermukim di kecamatan pulau, kabupaten Kepulauan Selayar.

Terkait hal tersebut sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pulo Peduli Transportasi Laut, Kepulauan Selayar, mendatangi Kantor Dinas Perhubungan guna meminta perhatian sekaligus berdialog dengan instansi yang menangani transportasi tersebut, Rabu (5/9).

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kep Selayar, Diyana, yang mewakili Kepala Dinas Perhubungan, menerima kedatangan Aliansi Pemuda Pulo, bersama perwakilan KPLP, UPT Pelabuhan Jampea, pihak Syahbandar dan sejumlah staf Dishub.

Salah satu perwakilan Aliansi Pemuda Pulo, Iksar Rais, mengawali dialog dengan memaparkan sejumlah persoalan hingga polemik adanya aturan larangan mengangkut penumpang bagi kapal kayu.

Olehnya itu, pemuda asal Jampea ini berharap, Dishub dan seluruh pihak terkait tidak menutup mata akan kondisi yang dirasakan masyarakat kepulauan.

“Kelancaran dan ketersediaan transportasi laut bagi masyarakat di wilayah pulau sangat krusial. Namun, saat ini tidak terpenuhi lantaran moda transportasi alternatif yang ada saat ini dilarang memuat penumpang,” ungkapnya.

Jika hanya mengandalkan angkutan kapal fery untuk mengangkut penumpang yang  jadwalnya hanya sekali trip, lanjutnya, tentu akan mengakibatkan antrean penumpang.

“Masyarakat dilarang naik kapal kayu, sementara kapal fery yang ada hanya melayani satu kali trip, ini tentu harus di carikan solusinya,” ujar Iksar.

Sementara itu, pemuda asal Kecamatan Pasilambena, Suharlim menambahkan, bahwa polemik akan ketersediaan transportasi laut ini dipastikan akan berdampak pada perputaran ekonomi masyarakat yang tinggal di wilayah pulau.

“Percaya saja, kalau persoalan ini tidak segera dicarikan solusinya, maka akan berdampak sistemik terhadap perputaran ekonomi masyarakat yang tinggal di pulau,” ungkap Harlin.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan, Diyana, mengakui jika ketersediaan akses transportasi laut bagi masyarakat di pulau memang sangat penting.

Dirinya pun berjanji akan segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat.

“Saya mewakili Kadishub mengucapkan terima kasih atas kehadirannya. Kami akan segera menindaklanjuti sesegera mungkin hal ini. Kami sebelumnya memang sudah membahas persoalan ini. Hasilnya sudah ada titik terang, tinggal disosialisasikan ke masyarakat,” kata Diyana.(*)


div>