SELASA , 12 DESEMBER 2017

Aksesibilitas “PR” Besar Sektor Pariwisata

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 21 Oktober 2017 13:20
Aksesibilitas “PR” Besar Sektor Pariwisata

Ilustrasi, Wisatawan Asing (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kemajuan sektor pariwisata Sulawesi Selatan masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dipecahkan. Persoalan utama saat ini yakni sulitnya aksesibilitas atau tingkat kemudahan mengakses tiap-tiap destinasi pariwisata di Sulsel.

Kesulitan akses ini dinilai Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel menjadi penyebab sulitnnya meningkatkan kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Kepala Disbudpar Sulsel, Musaffar Syah mengatakan, akses seperti prasarana jalan dikatakan kurang perhatian pemerintah pusat. Pihaknya hanya dijanji sejumlah infrastruktur seperti bandara Buntu Kuni di Toraja, serta perluasan jalan dari Kota Palopo ke Toraja.

“Bandaranya sekarang bagaimana kabarnya kita tidak tahu, perluasan jalan dari Luwu Palopo ke Toraja sepanjang 50 Km itu bagaimana? Kalau itu semua rampung In sha Allah pariwisata Sulsel akan maju,” ujar Musaffar, Jumat (20/10) kemarin.

Minimnya aksesibilitas ini, lanjut Musaffar juga menjadi faktor kekalahan pariwisata provinsi Sulsel dibanding provinsi lainnya.

“Kita kalah dengan daerah lain karena jarak tempuhnya. Seandainya jarak tempuhnya bagus alam kita tidak kalah,” lanjutnya.

Disinggu terkait kurangnya investor yang berminat menyentuh pariwisata di Sulsel, Musaffar hanya bisa menyerahkan ke pemerintah pusat. Sementara pihaknya menyiapkan event-event besar.


div>