RABU , 24 JANUARI 2018

Aksi Gerakan 1000 lilin Dihentikan, Makassar Harus Ingat Hablum Minannas

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 13 Mei 2017 22:47
Aksi Gerakan 1000 lilin Dihentikan, Makassar Harus Ingat Hablum Minannas

Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat memberikan orasi di Aksi Gerakan 1000 lilin Dihentikan, Sabtu (13/5). Foto : ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sejumlah simpatisan menggelar Gerakan 1000 lilin untuk Basuki Tjahja Purnama (Ahok) berakhir rusuh lantaran diduga tidak mengantongi izin, di Anjungan Pantai Losari, Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, Sabtu (13/5).

Terjadinya rusuh itu lantaran sebanyak 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) menolak terkait kegiatan Gerakan 1000 lilin yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.
Terkait hal itu, Camat Ujung Pandang, Zulkifli Nanda mengatakan pihaknya belum mengetahui tentang kegiatan ini yang diselenggarakan oleh beberapa simpatisan.
“Belum tahu soal kegiatan ini, dan kami juga belum mengeluarkan izin kegiatan yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari. Dan sampai saat ini kami belum tahu siapa pihak penyelenggarannya yang datang ke kantor Kecamatan,” ucapnya Zul
Ia menyebutkan, setiap aktivitas yang diselenggarakan oleh berbagai institusi di Anjungan Pantai Losari harus mendapatkan izin dari Pemerintah kota Makassar.
“Penyelenggara seharusnya mamasukkan surat izin kegiatan sejak 4 hari yang lalu dan paling lambat 2 hari sebelum kegiatan. Agar izin tempat bisa diproses lebih awal,” bebernya.
Meski begitu, pihaknya mengaku akan tetap melakukan koordinasi dengan panitia penyelenggara jika kegiatan tersebut tetap dilaksanakan, untuk ikut pada prosedur yang telah ditentukan pemerintah.
[NEXT-RASUL]
Sementara itu, Walikota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto mengaku belum mendapatkan pemberitahuan atau informasi dari pihak penyelenggara terkait aksi 1000 lilin untuk ahok

“Jangankan izin kegiatan, pemberitahuanpun tidak kita terima,” singkat Danny.

Danny menyebutkan, aksi solidaritas yang dilakukan sejumlah massa di Anjungan Pantai Losari mendapat penolakan dari sekelompok massa lainnya. Untuk itu, guna menghindari konflik antar kedua kelompok massa, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan keduanya untuk membubarkan diri.

“Kita sudah bicara dengan keduanya. Jadi bukan dibubarkan tapi kita imbau untuk membubarkan diri masing-masing biar tidak terjadi konflik,” tambahnya.

Tidak hanya itu, untuk meminimalisir adanya aksi susulan, dalam waktu dekat pihaknya berencana akan memediasi kedua kelompok massa tersebut

“Hari selasa kita akan pertemukan mereka semua. Nanti kita liat tempatnya dimana,” ungkapnya.

Selain itu, sebanyak 200 personil gabungan Brimob Polda Sulsel dan Sabhara Polsek Ujung Pandang dan Sabhara Polrestabes Makassar yang dikerahkan untuk menjaga keamanan kegiatan Gerakan 1000 lilin untuk ahok.

Mendengar pemberitahuan terkait aksi simpatisan gerakan 1000 lilin untuk ahok ini yang diselenggarakan di Anjungan Pantai Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar. Pihak Polrestabes Makassar menindak lanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengamanan.

Oleh karena itu, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan kegiatan ini sama sekali tak ada pemberitahuan atau laporan ke Polrestabes Makassar. Ia mengakui informasi tersebut di peroleh di jejaring media sosial yang sudah tersebar luas.

“Tak ada laporan dari mereka, dan info kegiatan ini kan di dapat di Sosmed jadi kami pihak kepolisian langsung menanggapi dan mengerahkan sebanyak 200 personil dilakukan keamanan di lokasi yang dimaksud,” kata Endi saat ditemui di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan di Anjungan Pantai Losari, namun tak ada izin sejumlah simpatisan itu berpindah tempat ke RS Stella Maris. 

Lebih lanjut, kata Endi, perpindahan lokasi itu, langsung diketahui oleh sejumlah ormas FPI dan langsung melakukan penyerangan secara tiba-tiba. 

“Ditolak di Anjungan, mereka pindah di Stella Maris. Tapi seharusnya kedua kubuh ini mestinya di mediasi, dari pihak penyelenggara harus memberikan izin dan sedangkan pihak FPI seharusnya memberikan toleransi kepada mereka, kan begitu diajarkan di Islam,” tegasnya Endi.

Ia mengungkapkan pasca insiden ini, agar kedepannya tidak terulang lagi hal tersebut. Bahkan, pihaknya akan melakukan mediasi kedua belah pihak agar menjalin hubungan dengan baik.

“Ingat Hablum minannas, nah itu seharusnya di ingat agar keamanan tetap kondusif tak ada kerusuhan dimana-mana,” pungkasnya. 

Dari pantauan harian Rakyat Sulsel, kedua kubuh pun kembali ke kediaman masing-masing setelah dibubarkan oleh Walikota Makassar, Muhammad Ramdhan Pomanto yang didampingi oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi. (Rrs)

div>