SELASA , 23 OKTOBER 2018

Aktivis HMI, PMII, dan IMM Serukan Lawan Andalan Cukong dan Politik Uang di Sulsel

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 25 Juni 2018 19:40
Aktivis HMI, PMII, dan IMM Serukan Lawan Andalan Cukong dan Politik Uang di Sulsel

Spanduk tolak politik uang.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Imbauan moral disampaikan sejumlah aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) serta kalangan aktivis lainnya.

Imbauan dan ajakan tersebut terkait pelaksanaan Pilgub Sulsel yang terindikasi melibatkan ‘cukong’ untuk melakukan kecurangan demi memenangkan andalannya di pilgub.

Dugaan keterlibatan “cukong” merasa penting untuk dilawan bersama. Jika dibiarkan, maka sama halnya menggadaikan masa depan rakyat Sulsel. Sebab jika andalannya terpilih, dipastikan kekayaan alam kita akan dikuasainya

Wakil Ketua PB PMII, Muhammad Syarif Hidayatullah mengatakan, realitas politik di Indonesia yang berbiaya tinggi, menjadi latar belakang utama maraknya praktek ‘cukong- cukong’ politik yang dilakukan oleh para investor atau pemodal untuk membiayai kandidat yang bisa di bawah telunjuknya.

“Setiap kabupaten/kota bahkan provinsi di Indonesia yang memiliki potensi untuk ‘di-eksploitasi’ oleh para pemodal (cukong) menjadi sasaran utama agar melanggengkan kepentingannya,” ujar Chaliq, Senin (25/6/2018).

Khusus untuk Sulsel, Chaliq menaruh harapan, agar rakyat Sulsel tidak memberikannya ruang. Rakyat Sulsel harus membuktikan bahwa harga diri adalah segalanya. Tidak bisa dibeli dengan uang.

“Saya yakin dan percaya bahwa masyarakat Sulsel adalah pemilih cerdas yang tidak dapat dibeli dengan uang. Karena jika itu terjadi maka secara tidak langsung kita telah menggadai daerah kita 5 tahun kedepan,” tambahnya.

Maka dari itu, lanjutnya, dia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, untuk bersama mengawasi jalannya proses demokrasi yang ada di Sulsel. Ini penting supaya sesuai dengan apa yang kita harapkan dalam memilih pemimpin kedepan.

Terakhir, Chaliq yang juga mantan Ketua PMII Sulsel ini menambahkan, rakyat Sulsel harus memilih pemimpin yang telah teruji dan berpengalaman dalam memimpin sebuah daerah. Dan bukan antek-antek cukong.

Sementara itu, Try Febriyanto, Sekretaris Badko HMI Sulselbar, ikut mengingatkan bahaya politik uang di Pilgub. Menurutnya, jika kekuatan uang cukong yang menjadi penentu, maka tentu adalah alarm berbahaya buat Sulsel.

“Kita harus berani melawan dan menolak siapapun yang mau berbuat curang di Sulsel. Rakyat harus menyatu melawannya dan mengamankan provinsi kita,” tegas Buyung sapaan akrabnya.

Sementara itu, aktivis IMM, Rizal juga sepakat jika momentum Pilgub Sulsel harus ada efek jera yang diberikan rakyat Sulsel kepada andalan cukong, maupun yang ingin berbuat curang. (**)


div>