SELASA , 16 OKTOBER 2018

Aktivis NA Jadi Korban Begal, IMM : Polisi Tak Boleh Sekedar Janji Tertibkan Begal

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Rabu , 24 Februari 2016 01:36
Aktivis NA Jadi Korban Begal, IMM : Polisi Tak Boleh Sekedar Janji Tertibkan Begal

int

RAKYATSULSEL.COM – Fenomena perampok bermotor atau begal seakan tak ada habis-habisnya, bukan hanya di ibu kota tapi juga marak di sejumlah daerah se antero nusantara. Paling anyar baru-baru ini aksi begal kembali memakan korban jiwa, seorang aktivis perempuan Nasyiatul Aisyiyah Sulsel.

Korban atas nama Musyarrafah itu dibegal di Jl Tun Abdul Razak, area perbatasan kota Makassar dan Gowa, pada Ahad lalu, (22/02).

Atas peristiwa itu, banyak pihak menyangkan pihak keamanan atau polisi yang dianggap lalai terhadap teror yang telah fenomenal itu. Seperti salah satunya yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjend) DPP Ikatan Mahasisiswa Muhammadiyah (IMM), Abdul Rahman. Ia beranggapan bahwa begal bukanlah soal baru, namun kenapa terus terulang dimana-mana dan memakan korban jiwa.

“Katanya pihak kepolisian sudah melakukan sejumlah langkah untuk mencegah munculnya begal lagi. Beberapa di antaranya dengan melakukan razia, membentuk tim khusus dan lain-lain,  tapi toh kenapa seakan tak ada hasil justru begal semakin beringas dalam beraksi,” kata Rahman di Jakarta, Selasa (24/02).

Atas peristiwa yang baru menimpa kader Nasyiah di Sulsel, lanjut Rahman, IMM yang merupakan saudara Nasyiah sebagai ortom Muhammadiyah, semakin tak yakin dengan janji-janji pihak kepolisian.

“Yunda Musyarrafah itu saudara kami, beliau juga alumni IMM. Tapi bukan hanya itu yang kami kewatirkan, tapi pertanyaan kami kapan tindak kejahatan ini akan berkahir. Saya kira ini tugas polisi ya, untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” papar Sekjend IMM asal Sulsel ini.

Kapolda Sulawesi Selatan bersama pihak dari Kapolres Gowa, menerima kunjungan dari pinpinan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel, Selasa (24/2) siang. Di depan para aktivis muda Muhammadiyah ini, Kapolda berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut, ia juga mengutarakan permohonan maafnya kepada Muhammadiyah atas apa yang meninpa kadernya.

Begitupun Polres Gowa, yang memberikan keterangan bahwa pelaku sudah terindentifikasi dan saat ini telah dalam pemburuan. Namun, kembali Rahman, bahwa polisi jangan hanya berjanji, tapi harus menseriusi penagangan maupun pencegahan tindak begal ini.

Tak lagi lalai, sekedar janji, tapi mesti dengan kerja terintegrasi  diharapkan Rahman, bisa dilakukan kepolisian agar ini tak terulang kembali. “Kami sangat terpukul atas apa yang menimpa saudara kami yunda ifa (panggilan Alm Musyarrafah), harapan kami semoga pelaku cepat ditemukan dan dihukum seberat-betatnya, dan pak Polisi buat kami kembali percaya sepenuhnya atas tugas dan tanggungjawab anda,” tutup Rahman.


Tag
  • korban begal
  •  
    div>