SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Alarm Petahana

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 22 Maret 2017 10:33
Alarm Petahana

Ilustrasi. Doc RakyatSulsel

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, sejumlah figur mulai bermunculan menjadi penantang Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto. Bahkan, beberapa figur secara terang-terangan mengaku optimis untuk maju dan optimis mampu menumbangkan incumbent.

Bagaimana tidak, sejumlah baliho maupun sticker dari bakal calon Wali Kota Makassar mulai bertebaran. Salah satu figur yang kini juga tengah menjadi perbincangan dikalangan masyarakat yang digadang gadang akan ikut meramaikan bursa Pilwalkot Makassar adalah Hamzah Hamid. Meski belum secara terang-terangan akan maju pada Pilwalkot mendatang, namun anggota DPRD Makassar dua periode ini mengisyarakatkan akan ikut terlibat sebagai kontestan pada Pilwalkot mendatang.

“Saya belum tau ini, nanti diliat lah, kalau secara politik, saya kan ketua partai dan tentu ada keinginan. Semua ketua partai tentu ada keinginan, namun tentu kita harus mengukur dulu sejauh mana kekuatan kita,” ungkap Ketua DPD PAN Makassar ini, Selasa (21/3).

Bahkan, Hamzah Hamid mengaku terus mendapat dorongan untuk ikut bertarung. Namun, terkait dorongan tersebut dari sejumlah masyarakat maupun kader PAN, ia enggan untuk berspekulasi. Pasalnya, kata Hamzah, perlu persiapan matang sebelum benar-benar menyatakan diri siap untuk ikut bertarung.

“kalau dorongan dari kader PAN sudah sangat banyak, bahkan termasuk dorongan dari luar, baik itu dari keluarga, maupun kerabat. Cuma kita tidak boleh tergesa-gesa, kita harus menganalisa dulu baik-baik, dan dipelajari,” terangnya.

“Politik inikan berbagi, artinya ketika tidak bisa maju kita harus mendorong kader atau kandidat lain yang lebih mampu,” lanjutnya.

[NEXT-RASUL]

Hamzah Hamid diketahui memiliki basis suara yang cukup signifikan sebagai modal ikut bertarung di Pilwali. Saat ini Hamzah Hamid menjabat sebagai sekretaris fraksi, dan Sekretaris Komisi D di DPRD Makassar. Hamzah terpilih lagi sebagai anggota DPRD Makassar Periode 2014-2019 setelah mendulang 5.099 suara di Daerah pemilihan (Dapil) 4 Makassar, meliputi Kecamatan Manggala dan Panakkukang.

Selain Hamzah Hamid, Politisi PKS Iqbal Djalil juga digadang-gadang maju pilwalkot. Sekretaris Dewan Pimpinan Derah (DPD) PKS Makassar, Mudzakkir Ali Djamil mengatakan pihaknya tetap akan memprioritaskan kader untuk diusung, seperti pada Pilwalkot sebelumnya. Namun, untuk Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, pihaknya akan lebih mencermati dan berhati-hati dalam menetapkan usungan, termasuk dalam membangun komunikasi lintas parpol dalam rangka koalisi. “Untuk mewujudkan itu harus koalisi dengan parpol lain,” ujarnya.

Legislator DPRD Makassar ini membeberkan PKS membidik tiga parpol untuk berkoalisi di Pilwali Makassar 2018.Tiga parpol tersebut, lanjut dia yakni, NasDem, PAN dan PDIP. Tujuannya untuk menguatkan jumlah kursi sebagai syarat usungan pasangan calon nantinya. “Untuk posisi nanti dilihat, jika tiga parpol itu mau, maka jumlah kursi sudah melebihi syarat usungan yang ditetapkan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kursi PKS di parlemen Makassar berjumlah 4. Jumlah yang sama juga dimiliki dua parpol, yakni PAN dan PDIP. Sementara NasDem memiliki 6 kursi. Jika dikalkulasi secara keseluruhan maka jumlah kursi yang didapatkan menjadi 18.

Sementara itu NasDem juga optimis mampu menempatkan kadernya sebagai kontestan di Piwalkot mendatang. Ketua DPD NasDem Makassar Rachmatika Dewi yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Sulsel menjadi salah satu kader yang disiapkan partai besutan Surya Paloh itu.

Bahkan secara khusus organisasi sayap perempuan NasDem Garnita Malahayati, menegaskan bakal all out memenangkan Rahmatika Dewi di Pilwalkot mendatang.

[NEXT-RASUL]

Sekjen DPP Garnita Malahayati, Arum Rumiyati menyebutkan, NasDem ingin meningkatkan peran politik perempuan di daerah, salah satunya dengan mengakomodir kaum perempuan NasDem yang ada di Sulsel dalam rangka menghadapi momentum pilkada 2018 dan 2019 mendatang. “ Salah satunya Garnita harus melakukan Persiapan pilkada jadi kita ingin peran perempuan NasDem untuk maju di pilkada. Salah satu kader NasDem perempuan yang potensial ada Rahmatika Dewi (Cicu) kita dorong maju di Pilwalkot Makassar 2018 nanti,” terang Rumiyati.

Sementara, Jaringan Danny Pomanto (JDP) optimis Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto akan kembali terpilih pada pemilihan Wali Kota Makassar 2018 mendatang. Dimana, JDP sendiri telah melebarkan sayap pemenangannya hingga tingkat RT/RW se Kota Makassar untuk mendulang dukungan kepada Danny Pomanto.

Juru Bicara JDP, Abdul Haris Awie mengatakan, langkah yang diambil untuk menjadikan Danny Pomanto kembali menang adalah dengan membentuk tim-tim yang ada ditiap kecamatan se Kota Makassar. “Jadi langkahnya kalau di DJP itu adalah pembentukan tim sampai di TPS nantinya. Jadi sekarang kita juga punya tim disetip kecamatan, yang berasal dari tim-tim yang terbentuk di kelurahan,” ungkapnya.

Haris mengakui, hingga saat ini anggota DJP sendiri telah memasuki angka ribuan orang. Dimana, orang-orang tersebut nantinya akan terus bekerja demi mengumpulkan dukungan kepada Danny Pomanto. Bahkan, kata Haris, DJP yakin dan percaya Danny Pomanto akan menang telak dari pesaing-pesaingnya. “yang jelasnya nanti kita target menang telak lah,” jelasnya.

Haris tidak menampik, para anggota maupun relawan dari Danny Pomanto sewaktu-waktu dapat berpindah arah dukungannya ke kandidat lain. Namun, ia menuturkan, DJP telah memiliki regulasi dan sitem tersendiri untuk dapat memantau seluruh kegiatan dari relawan. “Kalau persoalan relawan dari pak Danny, tidak menutup kemungkinan kalau nantinya pindah kelain hati. Kita juga ada sistem yang sementara kita buat regulasinya untuk memonitor jadi lapis berlapis lah untuk relawan pak Danny nantinya,” terangnya.

Sementara Konsultan Politik JSI, Nursandy menilai, dengan adanya figur-figur baru sebagai kompetitor dari Danny Pomanto akan membuat Pilwalkot Makassar mendatang semakin sengit. “Banyaknya figur yang bermunculan di Pilwalkot Makassar 2018 akan membuat pertarungan menjadi semakin kompetitif,” ungkap Nursandy.

[NEXT-RASUL]

Nursandy menjelaskan, sejumlah figur yang telah menyatakan sikap akan maju tentunya menjadi sebuah ancaman untuk Danny pomanto. Pasalnya, kata Nursandy, pernyataan sikap akan maju tentu telah melewati berbagai pertimbangan dan perhitungan dalam menumbangkan Incumbent. “Keberadaan figur baru seperti Cicu, Aru dan figur lainnya tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, tentu mereka memiliki modal politik yang cukup mumpuni,” terangnya.

Lebih lanjut, Nursandy mencontohkan kemampuan-kemampuan figur yang akan menjadi lawan Danny Pomanto. Seperti Rahmatika Dewi (Cicu), Farouk M Betta (Aru), dan Rusdin Abdullah (Rudal) yang memiliki elektabilitas maupun popularitas yang sangat baik di masyarakat. “Cicu punya kans besar bisa diusung oleh partai Nasdem dan nama besar IAS masih melekat dalam dirinya. sementara Aru memiliki jejak rekam sebagai ketua DPRD tentu memiliki basis tersendiri. lalu kemudian dengan posisi sebagai PLT Ketua Golkar akan makin membuka lebar peluang untuk mengendarai partai Golkar. Sementara Rudal memiliki investasi politik karena pernah terlibat sebagai kontestan di Pilwalkot 2013 lalu,” jelas Nursandy.

Sementara itu, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luhur Priyanto menilai, keberadaan figur-figur penantang Danny Pomanto justru akan berbalik menguntungkannya sebagai Incumbent. Bukan tanpa alasan, kata Luhur, semakin banyak figur, maka suara pemilih akan pecah dan tentu akan menguntungkan incumbent yang telah memiliki basis massa yang jelas.

“Saya kira semakin banyak figur, semakin menguntungkan incumbent. Pengalaman Pilkada-pilkada sebelumnya, incumbent berpotensi tumbang kalau terjadi Head to Head. Kandidat dari patron politik yang sama, bisa menyatukan kekuatan,” ungkapnya.

“Figur-figur yang mulai bersosialisasi bisa juga sebenarnya, hanya membangun posisi tawar yg lebih tinggi untuk di gandeng oleh incumbent,” tambah Luhur. (E)


div>