• Kamis, 24 April 2014
Iklan | Privacy Policy | Redaksi | Citizen Report

Alex Litaay Ngamuk di Paripurna DPR RI

Rabu , 24 Oktober 2012 11:46
Total Pembaca : 466 Views
Alex Litaay

Baca juga

JAKARTA . Anggota DPR RI dapil Maluku, Alexander Litaay mengamuk saat rapat paripurna yang digelar DPR RI, Selasa (23/10), kemarin. Aksi Litaay terkait dengan sikap pemerintah yang tidak mau memasukan luas laut, dalam rumus penghitungan dana lokasi umum (DAU) untuk RAPBN 2013.

Ceritanya, saat pimpinan rapat hendak mempersilahkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, untuk menyampaikan pidato penjelasan terkait RAPBN 2013, Litaay melakukan interupsi. Kemudian dipersilahkan oleh Pimpinan Rapat Paripurna Anis Matta.

“Saya lakukan interupsi ini agar dijawab oleh menteri saat menyampaikan penjelasan pemerintah. Yang hendak saya tanyakan adalah, apakah pemerintah memasukan luas lautan dalam menghitungan dana alokasi umum, pada RAPBN 2013 ataukah tidak?,” tanya Litaay.

Dia menjelaskan, karena sebelumnya, dalam rapat kerja pemerintah dengan Komisi II DPR RI, pemerintah berjanji akan mempertimbangkan masukan dari Komisi II untuk memasukan luas lautan sebagai rumus menghitung DAU.

“Saat rapat pemerintah dengan Komisi II, saya sudah usulkan masalah ini. Sebab daerah yang memiliki luas lautan lebih besar, menderita selama bertahun-tahun,” tandasnya.

Usai memberikan interupsi, sidang dilanjutkan dengan mempersilahkan Menteri Keuangan memaparkan penjelasan pemerintah. Namun Menkeu samaselaki tidak menyinggung soal apa yang disampaikan Litaay.

Hal ini membuat Litaay naik pitam. Dia emosi. Dia pun melakukan interupsi untuk kedua kalinya. Namun kali ini interupsi diperhambat oleh Anis Matta. Maka terjadi perdebatan. “Pimpinan, saya selama 13 tahun di DPR RI tidak pernah melakukan interupsi saat rapat paripurna. Ini adalah kali yang pertama dalam waktu panjang itu. Jika saya hendak interupsi, maka apa yang saya sampaikan itu adalah sangat penting,” tegas Litaay dengan nada tinggi.

Litaay langsung dipersilahkan. Dengan nada tinggi penuh emosional, Litaay memarahi pemerintah. “Apa yang saya sampaikan tadi samasekali tidak digubris oleh Menkeu. Apakah ini sikap pemerintah? Kami tidak membicarakan hal yang berlebihan kecuali itu demi kepentingan rakyat di tanah air,” tandasnya.

Dia menegaskan, pemerintah saat rapat dengan Komisi II sudah berjanji akan mempertimbangkan masukan dari komisi. “Karena menteri tidak menjawab apa yang saya sampaikan, maka sudah jelas pemerintah pusat tudak punya kemauan politik untuk membangun daerah kepulauan,” tegas Litaay.

Nada bicara Litaay sangat tinggi. Dia pun  menggebrak meja dan wolk out dari ruang sidang. Sidang paripurna tegang saat Litaay memarahi pemerintah. Menkeu tampak berusaha tenang menghadapi Litaay. (fik/fmc)