KAMIS , 16 AGUSTUS 2018

Alhamdulillah, Makassar Raih Penghargaan ISNA 2018

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Ridwan Lallo

Kamis , 03 Mei 2018 23:38
Alhamdulillah, Makassar Raih Penghargaan ISNA 2018

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Makassar, Ismail Hajiali saat menerima penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018, bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Kota Tangerang Provinsi Banten, Kamis (3/5).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kota Makassar, kembali mengharumkan nama baiknya di tingkat nasional. Pada acara Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2018, bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Kota Tangerang Provinsi Banten, Makassar mendapat penghargaan kota terbaik, Kamis (3/5/2018).

“Alhamdulillah, Kota Makassar dapat penghargaan kategori “Most Perform In Smart City Initiative pada acara ISNA 2018,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Makassar, Ismail Hajiali yang mewakili Wali Kota Makassar, menerima penghargaan tersebut.

Mantan staf Bappeda Kota Makassar ini menjelaskan, ISNA 2018 merupakan penghargaan yang sudah tiga diselenggarakan oleh Citiasia Inc. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya.

Ia menjelaskan, sejak pertama kali ISNA diselenggarakan di tahun 2015, kegiatan ini berangkat dari semangat mengkampanyekan praktik pintar (Smart) dalam pelaksanaan proses pembangunan di Indonesia, khususnya di tingkat kota/kabupaten dan provinsi mulai dari sisi tata kelola, citra daerah, dampak pembangunan ekonomi, kelayakan hidup.

“Masyarakat yang cerdas, hingga pengelolaan aspek lingkungan hidup yang dilakukan oleh pemerintah daerah di Indonesia,” tuturnya.

Dikatakan, pada tahun ini, pemberian penghargaan ISNA pada tanggal 3 Mei 2018 dilaksanakan ditengah helatan pameran Indobuildtech 2018, yaitu salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara di bidang industri konstruksi, arsitektur dan gedung.

Sebagai sebuah penghargaan yang diberikan kepada daerah-daerah dengan pencapaian terbaik dalam pelaksanaan smart city/smart region sesuai framework yang dikembangkan oleh Citiasia Inc.

“Jadi, ISNA 2018 dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu proses penilaian indeks dan penjurian oleh para pakar di bidang smart city di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam proses penilaian indeks, ISNA 2018 diukur dengan menggunakan berbagai parameter pengukuran yang berasal dari data capaian pembangunan kota/kabupaten dan provinsi di Indonesia sejak tahun 2014 hingga tahun 2017.

“Juga melibatkan data hasil investigasi terhadap exposure seluruh daerah di lebih dari 260.000 artikel pemberitaan yang terdapat di lebih dari 30 media cetak dan elektronik nasional yang dimulai dari bulan Januari 2017 hingga Desember 2017,” terang Ismail Hajiali.

Dia menambahkan, sedangkan proses penjurian dilakukan melalui rapat dewan juri yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2018 di Jakarta. Dalam sidang dewan juri tersebut, disepakati sebuah transformasi dalam ISNA 2018.

Transformasi tersebut terutama dalam hal kategori penerima penghargaan yang pada tahun sebelumnya diberikan kepada pemerintah daerah tingkat kota, kabupaten dan provinsi yang dibagi ke dalam 3 kategori daerah, yaitu besar, sedang dan kecil berdasarkan populasi penduduk.

Pada tahun 2018, kategori penerima penghargaan diberikan berdasarkan kinerja pada dimensi smart city dan kesiapan smart city (smart city readiness). Maka pada tahun 2018 ini, Citiasia INC. memperkenalkan kategori baru dalam ISNA 2018, yaitu kategori special mention.

“Kategori special mention merupakan kategori yang diberikan kepada daerah-daerah yang dinilai memiliki inovasi, gagasan, atau pencapaian yang baik terkait pelaksanaan fungsi pelayanan publik dan pemerintahan daerah dalam mendorong terjadinya perbaikan kualitas hidup masyarakatnya,” pungkasnya. (*)


div>