SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Aliansi Rakyat Makassar Tuntut Kepolisian Jaga Netralitas di Pilkada 2018

Reporter:

Muhammad Alief

Editor:

Lukman

Minggu , 11 Februari 2018 10:00
Aliansi Rakyat Makassar Tuntut Kepolisian Jaga Netralitas di Pilkada 2018

Aliansi Solidaritas Masyarakat Makassar Bersatu, saat menggelar aksi damai didepan Monumen Mandala, Jalan Jend Sudirman Makassar, Sabtu (10/2/2018).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Solidaritas Masyarakat Makassar Bersatu, menggelar aksi damai didepan Monumen Mandala, Jalan Jend Sudirman Makassar, Sabtu (10/2/2018). Mereka menuntut Polda Sulsel bertindak netral dan adil dalam mengawal Pilkada Makassar.

Aksi damai yang dilakukan oleh Aliansi Solidaritas Masyarakat Makassar Bersatu ini atas inisiatif bersama ormas, komunitas dan masyarakat kota Makassar yang menginginkan netralitas Kepolisian dalam mengawal Pilkada damai khususnya Pemilihan Walikota Makassar yang sebentar lagi memasuki tahapan kampanye.

Dalam orasinya, Arul selaku Jendral lapangan mengungkapkan, bahwa masyarakat Makassar bukan lagi masyarakat bodoh untuk membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Olehnya itu pihak polisi agar selalu netral sebagai aparat penegak hukum di Indonesia.

“Kami masyarakat Makassar, mempertanyakan ada apa pihak kepolisian memanggil salah satu kandidat di tengah tengah keikutsertaannya dalam pemilihan Walikota Makassar, padahal kita ketahui bersama masa masa perhelatan pilwali semakin dekat,” ungkapnya.

Rusdi, salah satu Warga Makassar yang ikut berorasi dalam aksi ini juga mengharapkan Kepolisian, mengedepankan tugas-tugasnya sebagai penegak hukum, tanpa kesan ‘mengistimewakan’ kasus ini dengan yang lainnya.

Karena menurutnya, masih banyak kasus mandek yang harus ditangani, diantaranya kasus Bandara Mangkendek, Kasus Laboratorium Teknik UNM, dan Kasus Sekolah Madrasah Kemenag Sulsel.

Walaupun diguyur hujan deras, ratusan masyarakat Makassar, memadati lokasi aksi yang digelar di Monumen Mandala ini dan terus melanjutkan orasinya.

Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan aksi penandatanganan dukungan warga Makassar dalam mengawal pemilukada damai tanpa kriminalisasi kandidat. (*)


div>