RABU , 21 NOVEMBER 2018

Aliyah Mustika Bahas Kesehatan di Hadapan Warga Butta Turatea

Reporter:

Editor:

MD

Sabtu , 27 Oktober 2018 23:25
Aliyah Mustika Bahas Kesehatan di Hadapan Warga Butta Turatea

Anggota DPR RI, Aliyah Mustika Ilham bercengkrama bersama warga "Butta Turatea" Kabupaten Jeneponto, Sabtu (27/10).

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – AnggotaKomisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham menemui warga “Butta Turatea” di Aula Kantor Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (27/10).
Ratusan warga terlihat antusias menyambut kedatangan Aliyah Mustika. Kehadiran legislator senayan ini guna mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang dilaksanakan oleh Kementrian Kesehatan RI.
Sosialisasi ini diikuti oleh sejumlah apoteker yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), petugas medis dari beberapa puskesmas yang ada di Kabupaten Jeneponto serta masyarakat Rumbia.
Dalam kesempatan tersebut, Legislator Fraksi Partai Demokrat ini meminta warga agar berhati-hati dalam mengonsumsi obat saat menderita sakit.
“Kalau sakit, jangan langsung pergi beli obat di apotek atau toko-toko obat tanpa ada resep yang pasti. Coba mulai sekarang biasakan konsultasi ke rumah sakit atau Puskesmas supaya diperiksa dan diberi resep obat yang sesuai dengan sakit yang kita derita,” kata Legislator yang membidangi kesehatan ini.
Penggunaan obat tanpa resep dokter, Lanjut Aliyah, justru akan berakibat fatal terhadap kesehatan kita.
“Jika sakit kepala atau sakit gigi, mungkin kita langsung saja ke toko obat untuk membeli obat yang sudah sering kita konsumsi saat sakit sebelumnya, tapi kita tidak tau dosis atau takaran-takaran obat yang seharusnya kita konsumsi. Dan ini akan berdampak buruk terhadap kesehatan kita kedepannya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Seleksi Obat dan Alat Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Ardiyani.AptĀ  yang turut hadir sebagai pemateri, mengatakan bahwa sosialisasi ini dilakukan lantaran masih rendahnya pemahaman masyarakat dalam menggunakan obat saat menderita sakit.
“Contohnya obat antibiotik seperti Ampicilin dan Amoxilin, kalau orang sudah rasa-rasa sakit atau ada gejala demam biasanya langsung pergi ke toko obat untuk beli ini dan langsung diminum, padahal harusnya obat seperti ini dikonsumsi tetap dengan resep dokter,” ujar Ardiyani.
Ia berharap, peran pemerintah daerah serta ormas dalam mensosialisasikan Gema Cermat ini bisa lebih aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Di akhir kegiatan tersebut juga diberikan simulasi penggunaan obat yang baik dan benar serta efek dari penggunaan obat-obatan jika tanpa ada resep dari dokter.
Turut hadir Kepala Seksi Manajemen Farmasi Kementrian Kesehatan RI, Andrie Fitriansyah.Apt, Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Nur Daonah.Apt, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Amiluddin SKM dan Sekretaris Camat Rumbia Sabilal Rasyid. (*)

div>