SELASA , 18 DESEMBER 2018

ALPMM Ngotot Tak Mau Direlokasi, Pemkot Belum Berani Bongkar Paksa

Reporter:

Iskanto

Editor:

Selasa , 23 Oktober 2018 09:30
ALPMM Ngotot Tak Mau Direlokasi, Pemkot Belum Berani Bongkar Paksa

ZULKIFLI/RAKYATSULSEL TOLAK PENGGUSURAN. Sejumlah pedagang kaki lima yang berada di depan kampus UNM berunjuk rasa di depan lapaknya, Jl AP Pettarani Makassar, Senin (22/10). Mereka menolak keras penggusuran lapak yang akan di lakukan pihak Kampus UNM

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan sejumlah pedagang resmi eks Pasar Sentral, belum juga menemui kata sepakat. Persoalannya pun masih soal kesepakatan harga, sehingga para pedagang yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Makassar Mal (ALPMM) ngotot tak ingin direlokasi dan bertahan di ruko blok B bagian Barat Pasar Sentral.

Ketua ALPMM, Zainuddin mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menemukan kata sepakat dengan Pemkot Makassar, terkait rencana relokasi ke Gedung New Makassar Mall (NMM) tersebut.

“Kemarin itu pertemuan biasa dengan Pak Dirut (PD Pasar). Dia meminta kami masuk dulu (ke NMM), tapi kita tolak karena belum ada kesepakatan harga. Biarmi kami selesaikan persoalan harga di luar, baru kita masuk,” cetusnya, Senin (22/10).

Selain itu, kata Zainuddin, Pemerintah Kota dengan para pedagang telah menandatangi surat pernyataan, untuk menyelesaikan persoalan selama enam bulan ke depan. Jika tidak bisa menyelesaikan persoalan itu maka pedagang dianggap tidak berminat.

Sementara, Direktur PD Pasar Makassar Raya, Syafrullah, mengaku telah melayangkan surat teguran untuk kali kedua. Dalam edaran itu disebutkan bahwa seluruh pedagang harus segera memindahkan barang-barangnya dan masuk ke New Makassar Mall.

“Sudah kami kasih imbauan kedua, kalau tidak salah sekitar minggu lalu,” ujar Syafrullah, saat dikonfirmasi.

Namun Syafrullah belum bisa membeberkan kapan timnya akan turun melakukan eksekusi. Pihaknya masih ingin melakukan pendekatan secara persuasif dengan pedagang. Saat ini pihaknya baru sebatas melakukan pemagaran di wilayah tersebut.

“Nanti kita lihat di lapangan, apakah mengeluarkan surat edaran ketiga atau langsung eksekusi. Tunggumi dalam waktu dekat ini,” tegasnya.

Dia menegaskan bahwa lahan sebelah Barat New Makassar Mall harus bersih dari lapak pedagang. Sebab, pemerintah hanya menyediakan tempat penampungan resmi disebelah Selatan New Makassar Mall.

“Bagian barat NMM harus bersih itu, saya bongkar karena itu bukan peruntukannya. Yang jelas, orang boleh berjualan disebelah Selatan, karena itu yang resmi,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Tim Relokasi Pasar Sentral, Naisya Tun Azikin menegaskan, penerbitan surat imbauan pengosongan lahan disebelah Selatan New Makassar Mall (NMM) adalah bagian dari rencana relokasi.

Dia menyebutkan, selain bertujuan untuk mengembalikan fungsi jalan, pemerintah juga bakal membangun ruko di lahan yang ditempati pedagang saat ini dalam waktu dekat.

Hanya saja, rencana itu terhalang lantaran masih adanya ratusan tenda semi permanen ukuran 2×2 meter tersusun rapi di lahan tersebut.

Terkait harga yang masih menjadi polemik, Naisya meminta kepada pedagang untuk masuk dulu ke gedung baru sambil dilakukan mediasi perihal harga lods per meternya.

“Bagaimana mau diatur, kalau mereka sendiri tidak masuk. Padahal mereka punya tempat dan yang tidak punya tempat juga sudah diberikan alternatif dipinjamkan sementara dan gratis selama enam bulan. Sementara di surat edaran itu sudah jelas, masuk dulu baru diurus, kalau tidak masuk dalam jangka waktu beberapa bulan dianggap tidak bersedia (menempati lods),” pungkasnya. (*)


div>