SENIN , 11 DESEMBER 2017

Alumni Paskibra, Ingin Jadi Pengusaha Kuliner

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Jumat , 13 Oktober 2017 14:00
Alumni Paskibra, Ingin Jadi Pengusaha Kuliner

Indira Mulyasari Paramastuti (ist)

Setelah petahana Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengumumkan ke publik untuk “melamar” Indira Mulyasari Paramastuti sebagai pendampingnya di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar, masyarakat semakin penasaran dengan figur politisi NasDem Makassar ini. Siapa gerangan sosok Indira, yang bisa membuat Danny jatuh hati?

Indira lahir dan menghabiskan masa remajanya di Kota Makassar. Ia lahir 1 November 1983. Indira merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ayahnya adalah Ilham Muharram Djaya, seorang pengusaha sekaligus akademisi. Sedang ibunya, hanya seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) biasa.

Politisi cantik ini mengawali jenjang pendidikannya di Sekolah Dasar Islam Athirah Makassar (1989-1995), kemudian lanjut ke SMP Negeri 6 Makassar (1995–1998). Setamat SMP, Indira lalu melanjutkan ke SMU Negeri 2 Makassar (1998-2001).
Sejak duduk dibangku SMA, jiwa kepemimpinan Indira sudah muncul dan terasah. Ia mengasahnya dengan aktif mengikuti berbagai organisasi intra sekolah, maupun kegiatan ekskul di luar sekolah.

Siapa sangka, ternyata legislator Makassar ini juga pernah menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Provinsi Sulsel di awal reformasi, tahun 1999. Ia menjadi salah satu dari Pasukan 8. Dari situlah kedisiplinan dan ketelatenan Indira terus terasah.

“Alhamdulillah, jadi Paskibra telah mengajarkan saya disiplin dan juga menghargai perjuangan pahlawan yang mempertahankan bendera Merah Putih. Kita menjalani karantina selama sebulan. Latihan panas dan hujan, tidur yang rasanya tidak pernah cukup, cuci baju sendiri, setrika hingga membersihkan kamar sendiri,” kenang Indira, yang ditemui di sela-sela aktifitasnya memimpin Rapat Banggar di Gedung DPRD Kota Makassar, Kamis (12/10) kemarin.

Sejak SMA, ia juga bahkan telah fasih dan menguasai Bahasa Inggris, yang akhirnya di tahun 2000 mengantarnya terpilih untuk mengikuti program pertukaran pelajar internasional antara sekolahnya dengan sekolah di Negeri Kanguru, Australia selama tiga minggu.

Setelah menamatkan pendidikannya di bangku sekolah, Indira kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Thames Bussines School Singapore, dengan mengambil High Diploma Course In Human Resource Management. Ia berhasil menyelesaikan studinya tanpa kendala.


div>