RABU , 21 NOVEMBER 2018

Alumni UMI Makassar Bakal Jadi Nakhoda Baru Ketua KPU Sulsel

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Ridwan Lallo

Rabu , 23 Mei 2018 22:31
Alumni UMI Makassar Bakal Jadi Nakhoda Baru Ketua KPU Sulsel

ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel periode 2018-2023 akan dilantik oleh Ketua KPU RI di Jakarta, Kamis 24 Mei.

Dari tujuh komisioner yang baru, hanya dua komisioner incumbent, 5 diantaranya merupakan anggota baru dari berbagai kalangan.

Misalnya, Misna M Attas (petahana KPU Sulsel), Faisal Amir (petahana KPU Sulsel), Fatmawati (eks komisioner Bawaslu), Asram Jaya (Akademisi), Dr Upi Astati (Eks KPU Barru), Dr Syarifuddin Jurdi (akademisi), Uslimin (Wartawan).

Lantas berdasarkan pengalaman, bagaimana prosesi pemilihan Ketua KPU Sulsel periode 2018-2023?.

Pakar politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin Makassar, Firdaus Muhammad berprdapat hampir semua komisioner berpeluang. Namun, tergantung kesepakatan. “Semua memiliki peluang yang sama, bisa saja dilihat pengalaman dan yang dituakan,” ujarnya.

Hanya saja, lanjut dia, jika dilihat dari pengalaman serta yang di tuakan. Maka ada tiga orang memiliki peluang untuk dipilih secara demokrasi, jika tidak mufakat.

“Kalau alasan pengalaman bisa Faisal atau Misna. Kalau alasan akademisi bisa pak Syarifuddin Jurdi,” jelasnya.

Seperti diketahui, dari tujuh Komisioner KPU Sulsel yang baru, empat diantaranya adalah alumni UMI Makassar. Mereka adalah Faisal Amir (Fakultas Ekonomi UMI tahun 1999), Misna M Attas (Fakultas Pertanian tahun 2005), Upi Hartati Fakultas Usuluddin, dan M Asram Jaya dari Fakultas Ekonomi tahun 1993.

Dari nama tersebut Faisal Amir dan Misna M Attas adalah dua calon petahana KPU Sulsel yang lolos. Bahkan diprediksi salah satu bakal jadi ketua KPU Sulsel yang baru periode 2018-2023.

Sementara itu, Pakar politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto berpendapat jika tipe pemimpin yang di butuhkan adalah sosok solidarity maker. Mampu membangun sinergi dengan semua pihak. Secara simbolik, jabatan ketua menjadi personifikasi nilai profesionalisme dan integritas.

“Kalau di lihat formasi komisioner baru ini, sungguh sangat menjanjikan. Bisa memberi harapan untuk hadirnya penyelenggara yang profesional dan berintegritas,” sebut Luhur. (*)


Tag
  • KPU Sulsel
  •  
    div>