SELASA , 11 DESEMBER 2018

Alwi Hamu: Hasil Penyewaan Gedung PWI untuk Organisasi

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 18 September 2017 21:35
Alwi Hamu: Hasil Penyewaan Gedung PWI untuk Organisasi

Gedung PWI Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Polemik penyewaan gedung PWI yang berujung pada kasus hukum, membuat mantan Ketua PWI Cabang Sulsel, HM Alwi Hamu angkat bicara. Alwi meluruskan mengenai sejarah gedung tersebut, hingga kemudian disewakan untuk kepentingan organisasi.

Alwi saat dihubungi Senin, 18 September kemarin, sedang berada di Amerika Serikat. Dia mengatakan, gedung itu dulu diserahkan pada masa kepemimpinannya sebagai Ketua PWI. Dan itu masih ada bukti-buktinya.

Gedung di Jalan AP Pettarani itu merupakan hasil take over atau pengalihan dari Balai Wartawan (Gedung PWI sebelumnya) di Jalan Pasar Ikan.

Balai Wartawan di Jalan Pasar Ikan, sebut Alwi, resmi dikelola oleh PWI, pada 1968 silam, setelah terbit SK Gubernur Sulsel nomor 284a/VIII/68. Gedung itu sebelumnya dikelola oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD).

PWI, kata Alwi, sesuai kesepakatan, telah membayar pada saat itu uang senilai Rp5 juta kepada BPD, dan ada dokumennya. Itu di masa kepengurusan ketua PWI sebelum Alwi.

Gedung itu kemudian ditukar (ruislag) dengan lahan di Jalan AP Pettarani, lalu atas persetujuan DPRD Provinsi Sulsel, pemerintah membangunkan gedung yang disesuaikan dengan kebutuhan PWI, 1995 silam.

Sesuai draft Pansus DPRD Sulsel, pada 1995 silam, disebutkan, bangunan gedung PWI di Jalan AP Pettarani dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan PWI.

Pansus DPRD Sulsel juga merekomendasikan, agar bangunan itu representatif di Kawasan Timur Indonesia. Bisa dipakai untuk pertemuan Press Club, pelatihan wartawan, serta termasuk kepentingan komersial untuk pendanaan PWI Sulsel.

Selain itu, dengan status pemakai bangunan oleh PWI Sulsel, yang didukung dengan bukti riwayat yang ada, Pansus mengharapkan agar tidak lagi diganggu gugat, tidak menjadi masalah di kemudian hari.


div>