SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Ambo Ala: REI Butuh Regenerasi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Kamis , 31 Agustus 2017 17:53
Ambo Ala: REI Butuh Regenerasi

Ambo Ala (kanan) bersama Muh Sadik (tengah), Taswin Abdullah foto bersama, belum lama ini. Sadik dinilai sebagai salah satu figur kuat menakhodai DPD REI Sulsel. foto: ist for rakyat sulsel.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulsel tidak lama lagi. Rencananya akan dilaksanakan Oktober 2017 ini.

Salah seorang developer (pengembang) senior di Sulsel, H Ambo Ala, menilai, REI Sulsel membutuhkan regenerasi kepemimpinan. Apalagi, sejumlah figur dinilai dapat memimpin organisasi tempat berhimpunnya para developer di Sulsel ini.

Regenerasi itu sangat perlu dilakukan, sebab kepengurusan REI saat ini tidak memiliki terobosan yang signifikan di sektor properti di Sulsel.

“Sejauh ini masih sebatas seremonial semata. Buat acara-acara seremonial saja, seperti pameran dan kegiatan lainnya. Kalau seperti ini siapa saja ketuanya kegiatan seremonial seperti ini tetap jalan. Seperti pengurusan-pengurusan sebelumnya,” terang Ambo Ala.

Owner PT Graha Nusantara Lestari dan PT Pelita Griya Asrimuda ini, mengatakan, seharusnya ketua yang ada memberikan atau memiliki nilai manfaat lebih dibanding yang lainnya. Terutama menyelesaikan masalah yang kerap dialami anggota REI di lapangan. Misalnya, perizinan yang berhubungan dengan pemerintah daerah, dari lama pengurusannya menjadi lebih cepat. Kalau ribet jadi mudah.

“Artinya ada standarisasi waktu dan biaya yang disepakati dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Dicontohkan, pada kepengurusan REI Sulsel di bawah kepemimpinan Yusran Paris, Andi Idris Manggabarani, dan Jamaluddin Jafar, REI Sulsel memiliki tim Kelompok Kerja (Pokja) kuat yang membidangi sejumlah bidang sesuai mitra REI.

“Dulu, kita ada tim pokja, misalnya perpajakan, perbankan, perizinan, pertanahan (BPN), PLN, PDAM, Pemprov Sulsel, dan pemerintah kabupaten/kota. Kelompok kerja ini banyak membantu pengembang jika ada masalah di lapangan. Sekarang memang masih ada, tetapi manfaatnya semakin berkurang dan kurang nyata dirasakan anggota. Seharusnya, yang menduduki pokja itu adalah yang menguasai bidang itu, bukan hanya nama saja,” terangnya.

“Kalau pengembang asosiasi dengan non asosiasi sama saja. Lalu buat apa berasosiasi? Nah, kita masuk ke REI karena diharapkan ada asas manfaatnya,” tambah mantan Wakil Ketua DPD REI Sulsel ini.

Ambo Ala mengatakan, regenerasi itu memang perlu, karena di REI Sulsel memiliki sejumlah kader dan figur yang berkualitas, seperti Muh Sadiq, Ridwan ‘Dino’ Djabir Patiwiri, Taswin Abdullah, Sudarman, dan lainnya.

“Regenerasi memang sangat perlu. Ada Pak Sadiq yang memiliki pergaulan luas. Dapat masuk ke semua segmen pengembang. Hubungan ke mitra kerja juga bagus. Sadiq juga itu pelaku properti murni. Termasuk sejauh ini sudah teruji dengan memiliki sejumlah lokasi perumahan. Ada juga Pak Dino (Ridwan Djabir Patiwiri) yang layak,” jelasnya.

“Apalagi, tantangan kedepan jauh lebih berat. Perlu kerja keras dan kerjasama yang solid seluruh pengurus,” tambah Ambo Ala yang 17 tahun mengabdi dan bekerja di dunia perbankan. (***)


div>