SELASA , 18 SEPTEMBER 2018

AMPLI Minta Dinas Kehutanan Sulsel Tegas

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Senin , 11 Juni 2018 21:48
AMPLI Minta Dinas Kehutanan Sulsel Tegas

Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan Enrekang (AMPLI) kembali berunjuk rasa terkait ahli fungsi lahan Kebun Raya Massenrempulu Kabupaten Enrekang dan pengrusakan hutan produksi di Dinas Kehutanan Sulsel, Jumat (8/6) lalu

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Lingkungan Enrekang (AMPLI) kembali berunjuk rasa terkait ahli fungsi lahan Kebun Raya Massenrempulu Kabupaten Enrekang dan pengrusakan hutan produksi di Dinas Kehutanan Sulsel, Jumat (8/6) lalu.

Jenderal Lapangan aksi, Agung Purba Latowu melakukan audiens bersama kepala Dinas Kehutanan. Ia ingin mempertegas sikap Dinas Kehutanan Sulsel terkait pengrusakan hutan yang terjadi di Kabupaten Enrekang.

Ia menilai belum ada ketegasan dari Dinas Kehutanan Sulsel terkait pengrusakan hutan yang terjadi. “Ketegasan sebagai kepala Dinas Kehutanan Sulsel atas pengrusakan hutan yang terjadi di Enrekang itu seperti apa?” kata Agung.

Ia menambahkan, pihaknya bukan berbicara soal penanganan kasus yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan karena ada yang lebih berwewenang. Tapi, kata dia, dirinya bersama peserta aksi berharap kepala Dinas Kehutanan agar lebih koperatif.

“Ini tentu saja dalam upaya membantu pihak penyidik Polda Sulsel dalam proses penanganan kasus ini agar dapat dituntaskan secepatnya,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, dirinya juga telah melakukan koordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Enrekang dan sudah ada Polisi Hutan Enrekang.

“Kami akan sampaikan kabar baik ini kepada teman-teman mahasiswa dan masyarakat Enrekang atas perkembangan dan pernyataan dari Dinas Kehutanan Sulsel terkait pengrusakan hutan yang terjadi di Enrekang” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel, Tamzil Tadjuddin mengatakan pihaknya sudah dimintai tenaga ahli oleh penyidik Polda Sulsel dalam penanganan kasus Kebun Raya Massenrempulu.

“Kalau soal ini, kami dari Dinas Kehutanan Sulsel telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sulsel, bahkan kami sudah kirim 5 orang tenaga ahli,” pungkasnya.


div>