RABU , 22 AGUSTUS 2018

Anak Penderita Hidrosefalus di Jeneponto Butuh Uluran Tangan

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

Muhammad Alief

Jumat , 27 Juli 2018 19:27
Anak Penderita Hidrosefalus di Jeneponto Butuh Uluran Tangan

Muhammad Faisal (2 tahun) penderita Hidrosefalus, di Dusun Bungung Pandang, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, butuh uluran tangan

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Anak berumur dua tahun, Muhammad Faisal, harus berjuang melawan penyakit (Hidrosefalus) yang dideritanya sejak usia satu bulan.

Dia saat ini diasuh oleh neneknya Kamisa, yang juga sudah ditinggal mati oleh suaminya di Dusun Bungung Pandang, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala.

Kedua orang tuanya, Jufri dan Sahriani merantau ke negeri Jiran Malaysia. Kondisi Muhammad Faisal sangat memprihatikankan, setiap harinya ia hanya terbaring lemas, badannya kurus dan kepala membesar.

“Dia cuman dikasi makan biskuit, belum bisa makan yang keras-keras,” kata Kamisa nenek Muhammad Faisal, Jum’at (27/7).

Ibu empat anak itu menceritakan bahwa cucunya ia rawat sejak usia satu bulan. Awalnya hanya mengeluhkan sakit kepala, ia pun sempat membawa cucunya ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar.

“Pernah dioperasi di Wahidin tapi setelah habis obatnya kepalanya membesar. Tidak ada lagi biaya mau dipake beli obat,” keluhnya.

Jangankan berobat, makan sehari-hari saja untuk dua orang anaknya dan cucunya kadang tidak cukup. Kamisa yang ditinggal suaminya hanya bekerja sebagai petani rumput laut.

“Kalau ada uang saya belikan memangmi biskuit banyak-banyak. Orang tuanya juga sudah satu tahun lebih tidak bisa saya hubungi,” akunya lagi.

Saat ini, Kamisa hanya bisa pasrah dan berharap bantuan pemerintah tentang nasib cucunya.

“Awalnya orang tuanya sering kirim uang tiga bulan sekali. Tapi sudah lebih satu tahun ini tidak pernah lagi ada kabarnya,” kata dia.

Sementara paman Muhammad Faisal, Kasdir Sijaya (19), mengaku terpaksa mengorbankan pendidikan nya lantaran keterbatasan biaya.

“Saya putus sekolah karena tidak ada biaya. Saya berhenti sekolah kelas dua SMA dan cari uang bantu ibu saya,” akunya.

Ditinggal ayah dan menghidupi adek serta ibunya alasan ia berhenti sekolah. Dia saat ini bekerja sebagai petani rumput laut. (*)


div>