SELASA , 21 AGUSTUS 2018

Anak Tukang Ojek Wakili Sulsel Lomba Mengaji di Tingkat Nasional  

Reporter:

Editor:

hur

Selasa , 26 April 2016 12:44
Anak Tukang Ojek Wakili Sulsel Lomba Mengaji di Tingkat Nasional  

int

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Kisah Muhammad Irghi Almanugrah (13), siswa yang tengah duduk di kelas VIII SMPN 2 Parepare ini rasanya patut diteladani bagi para pelajar atau generasi bangsa. Meski hidup sederhana, dan dibesarkan dari keluarga yang tergolong miskin, namun Irghi sapaan remaja kelahiran Parepare, 28 Mei 2002 ini berhasil mengharumkan nama kota kelahiran BJ Habibie dan bahkan nama Sulawesi Selatan di kanca nasional dalam lomba Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
 
Putra pertama dari pasangan Muhammad Tang yang berprofesi sebagai tukang ojek dan Hamliani yang kesehariannya sebagai guru mengaji TKA/TPA Al-Imaniah di Jompie ini telah dua kali diutus Sulsel dalam perlombaan MTQ dalam ajang FLS2N. Sebelumnya, Irghi sapaan remaja ini telah berhasil menyabet juara pertama di tingkat kota, dan selanjutnya diutus ke tingkat provinsi dan kembali berhasil menyabet juara pertama untuk disiapkan ke tingkat nasional.
 
Saat ditemui saat jam istirahat di sekolahnya, Senin, (25/4), anak yang tinggal di Jalan Amal Bakti dekat kampus STAIN, Kecamatan Soreang, Parepare ini dengan polosnya mengaku bangga dengan kehidupan keluarganya meski terbilang pas-pasan. “Saya bangga dilahirkan dari orangtuaku yang sekarang walau hanya Tukang Ojek, mereka baik, apalagi Ibu rajin ajarka agama dan mengaji,” aku Irghi.
 
Irghi mengaku kerap ke Masjid untuk membantu ibunya mengajar di TKA/TPA Al-Imaniah pada pukul 14.00 siang hingga pukul 17.00 sore. Kendati demikian, jika di waktu senggang remaja yang bercita-cita menjadi Teknisi di bidang elektro dan guru mengaji ini kerap membantu pamannya yang punya usaha servis atau perbaikan alat-alat listrik.
 
Saat ditanya mengenai alasannya saat lulus melanjutkan ke tingkat SMA di SMKN 2 Parepare, Irghi mengemukakan jika dirinya sudah bisa memperbaiki kipas angin dan alat-alat elektronik lainnya dari hasil belajar dan ikut-ikut di bengkel elektronik milik pamannya.
 
“Iye’, saya bisa sedikit perbaiki kipas angin dan elektronik lain, itumi mau lanjut di SMKN 2 Parepare,” aku siswa yang hobby mata pelajaran Pendidikan Agama Islam ini.
 
Keseharian Irghy, selain membantu ibunya mengajar mengaji di TKA/ TPA, membantu pamannya memperbaiki alat elektronik pesanan orang, Irghy juga mengaku rajin datang latihan tadarrus di Masjid Agung yang dibimbing langsung H. Sudirman. Pembimbingan tadarus tersebut dilakukan setiap sekali seminggu.
 
Siswa yang mengaku mengagumi sosok Habibie ini juga memiliki kebiasaan unik yang pantas untuk ditiru bagi anak-anak seusianya atau bahkan anak rema lainnya, yaitu membiasakan membaca al-qur’an minimal selembar setiap hari. Hal ini dimaksudkan kata Irghy, selain dapat menumbuhkan kebiasaan dan kecintaan dalam membaca ayat suci al-quran juga untuk memicu kejernihan pikiran.

“Termasuk juga kalau mau ujian, saya utamakan membaca alquran dulu sebelum belajar supaya pikiran jadi jernih dan belajar jadi nyaman,” pungkasnya.


Tag
div>