SELASA , 17 JULI 2018

Ancam Bunuh Wartawan Dari Dalam Lapas, Dicurigai Sipir Kerjasama Napi

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Selasa , 26 Januari 2016 20:33

PAREPARE, RAKYATSULSEL.COM – Buntut ancaman Johan kepada dua wartawan di Parepare membuat Rustam, Sipir Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Parepare terancam turun pangkat. Aksi Johan memang luar biasa, sebab dia sebenarnya masih ditahan di Lapas itu.

Dari pengakuan Kepala Lapas Klas II Kota Parepare, Indra Setya Budi diketahui bila dugaan pengancaman kepada wartawan Koran Sindo Darwaty dan Fahmi wartawan Harian Fajar oleh Johan karena Rustam memang menyewakan handphonenya kepada Johan. Sementara SIM Card yang digunakan menelepon milik Napi narkoba itu.

Hanya saja, kata dia, isi pembicaraan Johan tidak diketahui Rustam, karena jarak mereka sekira tiga meter. “Jarak Rustam dan Johan sekitar tiga meter. Rustam mengaku tidak mendengar pembicaraan Johan yang dianggap hanya menelpon keluarganya saja,” ujarnya, Selasa (16/1/16).

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan kasus pengancaman itu. Bila terbukti Rustam menjadi dalang di balik teror ini atau mengetahuinya niat Johan dan mempermudahnya atau bekerjasama maka akan diturunkan jabatannya. “Kalau memang terbukti ya maka kami akan turunkan pangkatnya,” jelas Indra. “Para sipir yang terlibat masih diperiksa, sanksi yang diberikan adalah penurunan pangkat,” ulangnya. .

Sementara hukuman bagi Johan sendiri ia telah dipindahkan ke ruang isolasi. “Dia melanggar UU no 12 tentang Pemasyarakatan dan sudah dipindahkan untuk mendapatkan sanksi tegas. Dia dipindahkan di ruang titipan sunyi atau ruang isolasi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Johan, narapidana Lapas kelas II Kota Parepare, Kota Parepare dilaporkan oleh wartawan Koran Sindo Darwaty ke kantor Polres Parepare atas dugaan ancaman kepada sejumlah wartawan di Kota Parepare pada Sabtu, 23 Januari 2016.

Darwaty mengatakan, dirinya ditelpon oleh Johan dan diancam akan membunuhnya karena telah memberitakannya dalam menjalankan aksi sebagai bandar narkoba meskipun ia berada dalam tahanan.

Darwaty mengatakan ancaman itu dilakukan Johan melalui telepon pada tanggal 21 Januari 2016. (Baca: Astaga, Kok Bisa Napi Lapas Ancam Bunuh Wartawan)


div>