KAMIS , 22 NOVEMBER 2018

Ancaman Disintegrasi dan Penghancuran Generasi dengan Narkoba Mengemuka dalam Diskusi Warkop Rakyat Sulsel di Polman

Reporter:

Ran

Editor:

Iskanto

Selasa , 30 Oktober 2018 15:20
Ancaman Disintegrasi dan Penghancuran Generasi dengan Narkoba Mengemuka dalam Diskusi Warkop Rakyat Sulsel di Polman

diskusi warung kopi Harian Rakyat Sulsel Biro Sulbar "Refleksi Sumpah Pemuda: Peluang dan tantangan generasi muda dalam dinamika kehidupan berbangsa" yang dilaksanakan di Warkop Raja, Jalan Stadion, Madatte, Polewali, Polman, Selasa (30/10).

POLMAN, RAKYATSULSEL.COM – Pemuda memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa. Di tengah dinamika dan kehidupan berbangsa sekarang ini, bagaimana pembangunan karakter pemuda sangat menentukan peran–peran yang bisa dilakukan pemuda di masa kini maupun di masa mendatang.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi warung kopi Harian Rakyat Sulsel Biro Sulbar “Refleksi Sumpah Pemuda: Peluang dan tantangan generasi muda dalam dinamika kehidupan berbangsa” yang dilaksanakan di Warkop Raja, Jalan Stadion, Madatte, Polewali, Polman, Selasa (30/10).

Tampil dalam diskusi tersebut, Dandim 1402/Polmas Letkol Arh Dedi Setia Arianto, Wakapolres Polman Kompol Mihardi, Ketua Komisi 3 DPRD Polman Jamar Jasin Badu, Kepala BNN Kab Polman M Syabri Syam, Wakil Ketua I STAIN Majene Muliadi, dan Pengurus KNPI Polman Firdaus Abdullah. Sementara, peserta diskusi berasal dari perwakilan mahasiswa dan warga umum yang jadi pengunjung warkop.

Letkol Arh Dedi Setya Arianto menegaskan, pemuda tidak boleh mudah dipecah belah dan terpengaruh oleh berbagai informasi sesat atau hoax yang saat ini banyak beredar melalui media sosial.

“Para pemuda harus menjadi filter dan bahkan menangkal hoax,” katanya.

Senada dengan itu, Kepala BNN Kab Polman M Syabri Syam juga mengakui, ancaman terhadap bangsa ini salah satunya berasal dari luar. Peredaran narkoba yang marak dan disalahgunakan adalah bentuk lain upaya penghancuran bangsa ini.

“Ada upaya bangsa lain menghancurkan kita dengan generasinya yang diserang,” kata Syabri.

Wakapolres Polman Kompol Mihardi menjelaskan, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini jelas berbeda dengan tantangan di era sumpah pemuda bertahun-tahun lalu ketika kondisi bangsa saat itu masih berada dalam masa perjuangan. Inilah yang dimaknainya dalam membawakan materi di diskusi warkop kali ini.

“Kita harus merefleksikan nilai-nilai yang ada dalam sumpah pemuda. Setelah itu, kita melihat peluang dan tantangan yang ada,” kata Kompol Mihardi mengawali materinya.

“Dulu, kita memperjuangkan kemerdekaan, sekarang kita mempertahankan kemerdekaan,” lanjut Kompol Mihardi sembari menjelaskan tantangan kekinian yang dihadapi pemuda. (*)


div>