SENIN , 22 JANUARI 2018

Ancaman Kebakaran Terus Hantui Masyarakat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 10 September 2012 11:12

RAKYAT SULSEL . Ancaman kebakaran terus menghantui masyarakat baik di tingkat nasional maupun daerah, termasuk di Kota Makassar. Hampir setiap hari, nyaris ada kebakaran. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, dari Januari hingga awal September terjadi 86 kebakaran. Dari jumlah itu, 40 persen atau 37 kasus kebakaran, terjadi akibat arus pendek listrik.

Melihat banyaknya kasus kebakaran ini, sudah seharusnya mendapat perhatian pemerintah bahwa si jago merah sebuah ancaman ketidaknyamanan bagi masyarakat.

Masyarakat pun sudah harus tetap waspada terhadap bahaya kebakaran yang bisa saja terjadi setiap saat secara tiba-tiba karena beberapa faktor.

Imran Samad, Kepala Dinas Damkar Makassar, mengharapkan adanya penambahan sarana dan prasarana untuk meningkatkan profesionalisme. Dia menjelaskan, saat ini kendaraan pemadam di Kota Makassar berjumlah 26 unit kendaraan, terdiri dari beberapa kendaraan penyemprot, kendaraan kreasi, tangki, kendaraan tangga, evaluasi, dan ambulans.

Padahal, katanya, bila mengacu standar Asean, jumlah tersebut sangat terbatas. Yang menyaratkan setiap 10.000 jumlah penduduk satu unit mobil pemadam disediakan. Sedangkan di Makassar jumlah penduduk melebihi 1,4 juta jiwa orang atau diperlukan 140-an unit kendaraan.

“Apalagi, ada beberapa juga kendaraan kami yang rusak. Selain itu, pakaian Safety untuk pasukan juga sangat minim. Seperti jaket anti panas, kaos tangan dan lain-lainnya. Yang kadang para patugas harus menerobos api, yang bisa kadang juga pasukan kami yang terluka,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat sosial dari Unhas, Andi Haris, mengatakan, faktor kelalaian biasanya menjadi penyebab utama kebakaran. Terkait maraknya kebakaran di Makassar, menurutnya, harus dilihat secara obyektif. “Kita mesti hilangkan praduga, kalau ada kejanggalan-kejanggalan itu mesti dianalisa lebih jauh, inikan lokasi kebakarannya berbeda-beda. Walau mungkin intensitasnya banyak, namun instrumen-instrumen dalam analisa mesti  banyak, tentu kita harus melihat analisis forensik yang ada, dan faktor yang lain,” katanya.

Faktor lain dari kebakaran, menurutnya, adalah faktor cuaca. Kebakaran yang panjang. “Sudah saatnya masyarakat lebih tanggap, apalagi dalam suasana kemarau begini. Masyarakat tidak boleh menggangap sepele hal ini,” jelasnya.

Dia berharap Pemerintah Kota Makassar mesti melakukan sosialisasi, baik itu secara langsung face to face, maupun lewat media karena penyebarannya dan penyerapannya yang cepat, selain tentunya pemerintah dan masyarakat sendiri mampu menumbuhkan kesadarranya. (RS9-RS11/C)


Tag
div>