SABTU , 20 OKTOBER 2018

Anggaran Miliaran Rupiah, Bangunan RSUD Jeneponto Tidak Terawat

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

MA

Senin , 27 Agustus 2018 17:43
Anggaran Miliaran Rupiah, Bangunan RSUD Jeneponto Tidak Terawat

RSUD Lanto Daeng PasewangFOTO : Jejeth Aprianto

JENEPONTO, RAKYATSULSEL.COM – Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Kabupaten Jeneponto yang terletak di jalan Lingkar, Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu yang dibangun pada tahun 2009 dan menelan anggaran miliar rupiah terlihat tidak terawat dengan baik.

Bangunan yang pembangunannya sebagian besar bersumber APBN tersebut tidak menjamin kelayakan bagi pasien maupun pengunjung RSUD.

Mulai dari plafon yang hampir rubuh, atap yang terlepas, cat bangunan yang terlihat kusam sampai pada pos penjagaan yang terbengkalai.

Belum lagi masalah limbah medis yang sampai sekarang belum menemukan titik terang. Jasa pengangkutan yang biasanya berjalan normal, belakangan terkendala karena manajemen RSUD belum juga melunasi kewajiban kepada mitranya.

Pihak ketiga sebagai perusahaan transporter pengangkutan limbah medis menyebutkan, tunggakan manajemen RSUD Lanto Daeng Pasewang berkisar ratusan juta untuk biaya pengangkutan selama lima bulan terakhir.

“Manajemen RSUD menyelesaikan kewajibannya pada Januari. Tunggakan jasa pengangkutan terjadi pada periode Februari hingga Juli 2018,” ujar pihak ketiga jasa transporter limbah medis yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menghindari penumpukan limbah, pihak ketiga penyedia jasa transpor menyatakan kesiapannya untuk melakukan pengangkutan secepatnya. Dengan catatan, manajemen RSUD Jeneponto melunasi tunggakan pembiayaan yang menjadi kewajibannya.

“Kalau kami mengangkut limbah yang berserakan sekarang ini, maka tunggakan RSUD akan bertambah menjadi tiga ratusan juta rupiah,” ujar rekanan kepada wartawan rakyatsulsel.com.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jeneponto, Syafruddin Nurdin, mengimbau manajemen RSUD untuk segera menangani penumpukan limbah medis. Ini dimaksudkan untuk menjaga kebersihan kawasan rumah sakit, selain mencegah potensi dampak limbah terhadap masyarakat sekitar.

Sekda sudah memanggil Direktur RSUD untuk penyelesaian penanganan pengangkutan limbah medis tersebut. “Saya meminta agar cepat diselesaikan, Koordinasi ke rekanan sebagai mitra pihak ketiga,” katanya.

Tampak pula lantai RSUD yang retak, bahkan ada yang sampai terkelupas, tentu ini membahayakan pasien dan pengunjung RSUD.

Area RSUD yang harusnya bersih dan steril demi kenyamanan pasisen dan pengunjung itu tidak terlihat di RSUD Jeneponto. Sampah di selokan, serta sisa bangunan pasca renovasi masih menghiasi area tersebut.

Sejumlah pengunjung juga mengeluhkan fasilitas kamar perawatan, mulai dari pintu kamar yang terlepas, kamar mandi yang tersumbat dan bau, serta pendingin ruangan yang tidak berfungsi.

“Saya berharap menajemen RSUD memperhatikan kenyamanan pasisen dan pengunjung,” jelas salah satu pengunjung RSUD, Ilham, Senin (27/8). (*)


div>