RABU , 19 SEPTEMBER 2018

Anggaran Pemeliharaan Jalan Minim, BBPJN Makassar Mengeluh

Reporter:

Armansyah

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 24 Maret 2018 13:15
Anggaran Pemeliharaan Jalan Minim, BBPJN Makassar Mengeluh

Ilustrasi. foto: net

* Pengerjaan Tol Layang Hambat BBPJN Atasi Genangan di Pettarani

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir mulai mengeluhkan terhadap minimnya anggaran perbaikan jalan tahun ini.

Minimnya anggaran itu kata Miftachul, dikhawatirkan akan berdampak pada tidak meratanya perbaikan jalan dan drainase di beberapa ruas jalan nasional di Sulsel. Bahkan anggaran awal yang disiapkan hanya sebesar Rp700 juta. “Itu untuk awal, kita minta tambahan kurang lebih Rp2 miliar untuk penanganan revisinya,” kata Miftachul, Jum’at (23/3) kemarin.

Lebih jauh Miftachul mengatakan dengan anggaran minim itu pihaknya bisa fokus pada satu masalah, yakni perbaikan transisi jalan. “Untuk pembersihan saluran karena berbenturan dengan tol elevated,” ungkapnya.

Hambatan perbaikan saluran dari bahu jalan ke drainase, kata Miftachul juga terkendala dengan adanya pembangunan tol layang atau tol Elevated yang mulai dikerjakan di sepanjang jalan perttarani Makassar.

“Tapi dengan adanya tol ini kita tidak bisa tangani secara preherentif karena nantinya ada double pertanggungjawaban. Yang jelas kita transisi saja dulu jangan sampai terjadi banjir,” paparnya.

Miftachul menyebut bahwa meski pengerjaan jalan terhambat dengan peroyek tol layang, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan langkah selanjutnya.

“Otomatis arteri kita juga akan berdampak dengan pembangunan itu. Sementara kita bahas dengan marga nusantara. Jika kami kerjakan drainasenya tetap akan berdampak dengan arterinya karena mereka lagi pengerjaan pelubangan tanah untuk tiang. Nanti pekan depan akan dirapatkan di kementerian untuk dipastikan apakah pengerjaan tol dikerjakan arteri kita, bisa diperbaiki atau tidak,” paparnya.

Bahkan Miftachul mengharap agar saluran drainase di sepanjang area tol itu dapat dibenahi oleh pengelola proyek tol layang.

“Balai kan juga tidak ditugaskan untuk pengawasan di pengerjaan tolnya. Nanti soal desain disepakati oleh kementerian,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Andi Dharmawan Bintang menjelaskan untuk memerangi banjir di kawasan AP Pettarani, butuh keterlibatan berbagai pihak. Baik provinsi, BBPJN XIII, Pemerintah Kota Makassar, hingga Balai Besar Wilayah Sungai Ponpengan dan Jeneberang (BBWSPJ).

“Semua pihak harus terlibat dan saya setuju jika air yang tergenang di AP Pettarani diarahkan ke kanal, tentu itu sudah dipertimbangkan matang-matang oleh BBPJN,” ujar Darmawan.

Selain itu, Darmawan berharap rencana ini dapat dikerjakan secepat mungkin sehingga mampu menjadi pengurai kemacetan disaat turun hujan. “Harus segera dilaksanakan. Kami siap membantu upaya tersebut,” tutupnya. (*)


div>