SENIN , 22 OKTOBER 2018

Anggota DPD RI Berdialog dengan Pengelola BUMDes di Takalar

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Rabu , 09 Mei 2018 15:11
Anggota DPD RI Berdialog dengan Pengelola BUMDes di Takalar

int

Rakyatsulsel.com, Takalar – Anggota DPD RI Dr. H. Ajiep Padindang. SE.MM. melaksanakan Kunjungan Kerja di Kabupaten Takalar tepatnya di Desa Tamalate. Kec. Galesong Utara dengan bertatap muka dan berdialog bersama segment pengelola BUMDES di Kec. Galut. (Rabu. 9/5/2018)

Menurut Ajiep Padindang “Kami selaku anggota DPD saat ini sedang kunker atau reses. Salah satu tema reses untuk Komite IV yang saat ini saya ketuai adalah terkait pengelolaahm BUMD. BUMN dan BUMdes termasuk di dalamnya. Saya ingin mendapat informasi dari masyarakat dan pemerinah desa tentang masalah. Tantangan dan peluang pengelolaan BUMDES sebagai salah satu lembaga ekonomi yang berbasis desa. Apalagi sumber modal usaha desa ini dari Dana Desa yang bersumber dari APBN. saya tentu mengharapkan melalui dialog pengelolaan BUMDES ini banyak hal yang bisa menjadi catatan untuk dijadikan bahan dalam rapat-rapat dengan kementerian terkait.”urai Ajiep.

Lebih lanjut Ajiep Padindang menjelaskan bahwa. BUMDES sebagai sebuah usaha harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian. “Bila usaha mau bertahan dan berkembang harus dikelolah manajemen usaha yang profesional. Paket sistem informasi dan tekhnologi sudah harus masuk di dalam sistem manajemen usaha. agar lebih mempermudah dan mengefektifkan proses jalannya usaha. Meskipun sebagai tahao awal hanya berskop pada usaha di tingkat desa.

Namun bila mampu beradaptasi dengan lingkungan usaha secara global saya yakin BUMDES bisa menjadi sebuah usaha yang bisa memberikan kontribusi besar pada masyarakat dan pemerintah desa.” ungkap Ajiep Padindang saat memberikan pengantar diskusi.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab. Sebagian besar peserta dari pegelola BUMDES menguraikan tentang rumitnya manajemen keuangan BUMDES sebagai sebuah usaha yang professional dan sistem pemasaran Produk unggulan yang dilempar ke pasar serta persaingan usaha dengan usaha besar yang sudah lama menjalankan usaha.

Menanggapi permasalahan tersebut. Ajiep Padindang menguraikan bahwa Pemerintah desa harus pandai bersinerji dengan kalangan perguruan tinggi. Karena di sana banyak IPTEK yang bisa mengefektifkan dan mengefisienkan model pengelolaan keuangan BUMDES. Seperti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unismuh Makassar yang saat ini merintis paket pelatihan pengelolaan akuntansi keuangan dan manajemen bisnis usaha BUMDES sesuai dengan peraturan yang ada. Selain itu pengelola BUMDES harus cakap dalan penggunaan media informasi dan media sosial. Sehingga dapat manjadi salah satu media marketing yang memang saat ini sedang berkembang”.


div>