SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Anggota Satpol Terlibat Tambang Ilegal Akhirnya Dipecat

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 15 Agustus 2017 09:56
Anggota Satpol Terlibat Tambang Ilegal Akhirnya Dipecat

YUSRI/RAKYAT SULSEL/D TAMBANG ILEGAL. Kasat Pol PP Gowa, Alimuddin Tiro, mengambil kunci eskavator yang sementara digunakan di salah satu areal tambang ilegal, di Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa untuk melenyapkan aktivitas tambang ilegal di Butta Bersejarah, bukan hanya pemanis bibir belaka. Oknum anggota Satpol PP yang terlibat dalam penambangan liar, akhirnya dipecat.

Tim Terpadu Penertiban Penambangan Tanpa Izin (Peti) dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Gowa, H Abd Rauf Malaganni, dengan tim pengarah Bupati bersama Muspida Gowa. Baru sehari terbentuk, tim langsung beraksi dan mengamankan satu eskavator serta lima mobil truk di areal tambang liar, di Kecamatan Bontonompo, akhir pekan lalu. Bukan hanya itu, tim juga berhasil melakukan pengembangan. Hasilnya, berhasil mengungkap keterlibatan salah seorang anggota Satpol PP Gowa, Rizal (42) pada operasi ini.

Kepala Satpol PP Gowa, H Alimuddin Tiro, selaku anggota tim terpadu membenarkan keterlibatan salah seorang anak buahnya dan sudah diberikan sanksi. Sanksi pemecatan diberikan sesuai penegasan Bupati Gowa, pada sosialisasi tim terpadu Peti, sebelum penertiban dilakukan.

“Saya sudah berhentikan dari statusnya sebagai honorer Satpol PP sambil menunggu pemberhentian resmi melalui SK Bupati Gowa. Pak Bupati sudah menyampaikan saat sosialisasi, bahwa jika ada aparat baik ASN pun honorer serta lainnya terlibat dalam operasi penambangan liar tanpa izin, akan dipecat. Dan mobil truk rembang sepuluh yang melintas di jalan kabupaten tanpa izin akan ditangkap dan dikandangkan di Dishub Gowa, minimal satu bulan,” terang Alimuddin, usai upacara HUT Pramuka di Sungguminasa, Senin (14/8).

Alimuddin menambahkan, meskipun anggotanya sudah diberikan sanksi pemecatan, namun pihaknya masih tetap akan lakukan pendalaman. “Kami tetap akan lakukan pendalaman, seperti apa keterlibatan dari anggota satpol dalam aktivitas tambang ilegal di Bontonompo itu. Siapa tau masih ada pihak lain ikut terkait,” tambahnya.

Sementara, Rizal yang sudah mendapat sanksi pemecatan dari institusinya, mengaku pasrah saja.

“Selaku bawahan saya pasrah saja pak. Saya menyesal, apalagi saya punya keluarga yang harus saya tanggung,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Sebelumnya, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah mewarning perangkat pemerintah maupun perangkat lainnya yang mencoba membackingi aktivitas tambang liar. Ia juga memperingatkan para kepala desa agar ikut serta aktif menertibkan aktivitas tambang liar. Termasuk meminta kepala desa tidak mencoba ikut dalam aktivitas tersebut.

“Saya tidak akan mentorelir perangkat Pemkab Gowa dari tingkat SKPD, kecamatan hingga desa, yang terlibat di penambangan tanpa izin. Jika ada pejabat yang coba main-main, saya pastikan akan saya copot. Saya tidak main-main,” tegasnya. (*/dwi/D)


div>