MINGGU , 21 OKTOBER 2018

Bupati Ini Sukses Menurunkan Angka Kemiskinan

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 22 April 2016 11:00
Bupati Ini Sukses Menurunkan Angka Kemiskinan

int

SIDRAP, RAKYATSULSEL.COM – Angka kemiskinan Kabupaten Sidrap untuk tahun 2014 ternyata menempati peringkat terendah di Sulsel. Hal itu diketahui pada Rapat penyusunan statistik daerah dan kabupaten Sidrap dalam angka 2016 di Cafe Rainbow, Pangkajene Sidrap, Rabu (20/4).

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidrap, Misbahuddin menyebutkan, untuk tingkat angka kemiskinan, tahun 2014 ini, Sidrap berada di posisi paling rendah di seluruh kabupaten di Sulsel. Bahkan, kata dia, untuk tingkat Provinsi di Pulau Sulawesi, Kabupaten Sidrap juga berada di peringkat kedua terendah. Hanya dibawah Mamuju Utara.

Jumlah masyarakat miskin di daerah penghasil padi ini terus tergerus sejak beberapa tahun terakhir. Data Statistik tahun 2014, tingkat kemiskinan Kabupaten Sidrap mencapai 5,82 persen. Di posisi terendah ke dua ditempati Lutim 7,6 persen dan Wajo 7,7 persen.

Bahkan, lanjut Misbahuddin, 60 persen masyarakat Sidrap, disebutkan tergolong menengah ke atas. Urutan terakhir dengan tingkat kemiskinan tertinggi diduduki Kabupaten Jeneponto dan Pangkep.

“Rapat percepatan penyusunan statistik daerah dan statistik kabupaten Sidrap ini, juga bertujuan untuk menghitung lebih awal pertumbuhan ekonomi serta untuk mempublikasikan keadaan Sidrap saat ini,” kata Misbahuddin.

Menurut Misbahuddin, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap cukup stabil. Bahkan tak jarang mencapai angka 7-10 persen. Angka ini, berhasil melampaui dua kota di Sulsel yakni Kota Palopo dan Parepare.

Misbahuddin bahkan mengaku, penyumbang terbesar untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di Sidrap, datang dari sektor pertanian. Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sidrap memang menargetkan pendapatan PDRB perkapita penduduk, mencapai Rp30 juta sesuai dengan RPJMD. Namun target tersebut, sudah dicapai pada tahun 2015 kemarin. Atau dicapai 3 tahun lebih cepat dari target.

“Terus terang, kita juga kaget dengan angka-angka ini. Terutama IPM yang naik peringkat sejak tahun 2012 hingga 2014 yang sekarang sudah diperingkat 7 Sulsel. Padahal, naik tiap tahun itu susah loh,” jelasnya. (zah/C)


div>