RABU , 14 NOVEMBER 2018

Angka Kemiskinan Ditarget Turun 2 Persen

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Rabu , 21 Maret 2018 09:45
Angka Kemiskinan Ditarget Turun 2 Persen

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo

* PR untuk Forum OPD Dinsos Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) membuka secara resmi acara Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Selasa (20/3). Forum ini dibentuk dalam rangka upaya penurunan angka kemiskinan dan penanganan Penyandang Masalah Kesejateraan Sosial (PMKS).

Selain juga, forum ini bertugas melakukan penguatan dan pengembangan profesionalitas potensi sumber kesejateraan sosial (PSKS) dalam masalah penangangan masalah kesejateraan sosial.

Dalam kesempatan ini, Syahrul berharap dari kegiatan ini dapat membangun perencanaan yang lebih konkrit dan realistis, terukur termasuk pada hal masalah kesejahteraan sosial.

“Ini harus membangun perencanaan yang lebih konkrit dan realistis, sangat perlu terukur, terkait apa saja, termasuk masalah kesejateraan sosial,” kata Syahrul.

Kemudian harus ada target yang ingin dicapai, mulai dari desa, kecamatan, kabupaten-kota dan provinsi. Gubernur juga menargetkan dari rapat di forum ini, dapat menargetkan penurunan angka kemiskinan satu hingga dua persen.

“Saya tadi menargetkan untuk turun satu sampai dua persen lagi angka kemiskinan dan kerawan sosial kita. Dua persen itu tidak gampang, dan itu cukup besar,” sebut SYL.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Andi Ilham Gazaling mengaku telah mendapatkan data kesimpulan dari data yang diperoleh. “Data ini akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan yang efektif dan tepat sasaran,” ucapnya.

Andi Ile panggilan akrabnya, menyebutkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir upaya optimal telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulsel guna meningkatkan taraf hidup masyarakat Sulsel.

Diantaranya, penurunan penduduk miskin sebanyak 504.225 jiwa, seperti, melalui Pelaksanaan Pemberdayaan Kelompok Usaha Bersama (Kube) sebanyak 92.760 jiwa (2.409 Kube) dalam rangka penurunan kemiskinan melalui Program Penanganan Fakir Miskin Pedesaan dan Perkotaan.

Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial sebanyak 75.756 jiwa. Penguatan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) melalui Lembaga Kesejateraan Sosial (LKS) dan Organisasi Sosial sebangak 14 Lembaga atau 8.680 jiwa melalui program pemberdayaan sosial peroarangan, keluarga dan kelembagaan masyarakat.

Selain itu juga membangun fasilitas sosial dan kerjasama dengan pihak swasta. (*)


div>