KAMIS , 18 OKTOBER 2018

Angka Kemiskinan Sulsel Turun 8.063 Jiwa

Reporter:

Editor:

hur

Senin , 21 September 2015 16:53

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di provinsi ini menurun sebesar 0,15 persen dari 9,54 persen pada September 2014 ke 9,39 persen pada Maret 2015.

Kepala BPS Provinsi Sulsel Nursam Salam menjelaskan jumlah penduduk miskin Sulsel pada Maret 2015 mencapai 792.72 ribu penduduk, turun sebesar 8.63 ribu jiwa dari jumlah penduduk miskin Sulsel pada September 2014.

“Berdasarkan tingkat kemiskinan tersebut Sulsel kini berada pada peringkat ke 16 dari 34 provinsi. Ini sudah moderat, kita berada di pertengahan” terangnya.

Ia pun menjelaskan Indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di Sulsel justru cenderung meningkat.

Untuk kedalaman kemiskinan (P1), kata dia, naik sebesar 0,28 yakni dari 1,41 pada September 2014 menjadi 1.69 pada Maret 2015.

Sementara untuk indeks keparahan kemiskinan naik 0,12 yakni dari 0,32 pada September 2014 menjadi 0,46 pada Maret 2015. Menurutnya, kemiskinan di pedesaan lebih menonjol dibandingkan perkotaan.

Ia juga mengungkapkan bahwa peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan dengan melihat sumbangan GK makanan terhadap GK sebesar 75,41 persen dan GK bukan makanan sebesar 24,59 persen.

Sementara Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan kondisi angka kemiskinan Sulsel saat ini sudah tidak seburuk beberapa waktu lalu yang persentasenya mencapai di atas 10 persen dari total penduduk Sulsel.

Ia pun mengaku pihaknya akan terus berupaya melakukan penanganan agar kemiskinan tidak terus meningkat. “Kita terus berusaha menjaga kondisi perekonomian agar tidak semakin memburuk,” kata dia.

Beberapa upaya yang dilakukan, lanjut Agus, diantaranya adalah menggenjot ekspor komoditas dari Sulsel, menjaga kestabilan pasar, dan terus menggenjot penyerapan anggaran pemerintah.

“Kami terus mengucurkan pos-pos anggaran pemerintah yang bisa diserap oleh semua sektor seperti anggaran proyek dan lainnya agar jumlah uang yang berputar di masyarakat bisa semakin besar, ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.


div>