RABU , 14 NOVEMBER 2018

Angka Pengangguran di Sulsel Meningkat

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Jumat , 20 Juli 2018 11:17
Angka Pengangguran di Sulsel Meningkat

ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran di Sulsel mengalami peningkatan dalam rapat koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah Provinsi Sulsel triwulan II 2018, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (19/7) kemarin.

Peningkatan itu berdasarkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang menembus 5,39 persen periode Februari 2018. Padahal, TPT di Sulsel pada periode yang sama pada tahun 2017 hanya 4,77 persen.

Angka tersebut menunjukkan kendati ekonomi Sulsel tumbuh dari 7,23 persen menjadi 7,41 persen, namun tidak dapat membendung peningkatan pada jumlah penduduk yang tidak terserap oleh dunia kerja.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono mengatakan, dengan naiknya angka pengangguran ini, maka seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat bersinergi mencarikan solusi.

“Dari solusi itu nanti melahirkan sebuah gagasan agar bagaimana menekan angka pengangguran. Hanya saja angka yang dipaparkan ini sifatnya masih sementara,” kata Sumarsono.

Salah satu solusinya, kata Sumarsono yakni kepala OPD mempercepat lelang tender proyek agar mampu membuka lapangan kerja baru.

“Karena proyek belum semua jalan di lapangan. Nah kalau lelangnya sudah selesai, dan fisik sudah beroperasi pada pekerjaan, keterbukaan lowongan pekerjaan juga sudah ada, saya kira itu akan mengurangi fenomena pengangguran,” ulasnya.

Ia juga menginstruksikan agar suruh seluruh OPD dan kepala daerah segera mempercepat realisasi fisik. “Tidak usah menunggu gubernur definitif atau bupati definitif baru bisa jalan, semua pemerintahan harus jalan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Muhammad Jufri Rahman mengatakan, berdasarkan laporan BPS bahwa data angka pengangguran itu masih bersifat apple to apple.

“Namun hal itu masih diakui sebagai data apple to apple, atau data itu tidak bisa disandingkan karena melihat jangka periodenya yang berbeda,” ujarnya. (*)


div>