SELASA , 20 FEBRUARI 2018

Angkasa Pura Logistik Diduga Lakukan Praktek Monopoli

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Rabu , 14 Juni 2017 23:05
Angkasa Pura Logistik Diduga Lakukan Praktek Monopoli

Angkasa Pura Logistik (int)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga bahwa PT Angkasa Pura Logistik di Terminal Kargo Bandara Udara International Sultan Hasanuddin melakukan pelanggaran pasal 17 ayat (1) dan (2) UU Nomor 5 Tahun 1999 terkait praktek monopoli.

Dalam Nomor 08/KPPU-L/2016, dan apabila terdapat perbedaan maka harus mengacu kembali kepada putusan perkara nomor 08/KPPU-L/2016.

KPPU melalui majelis komisi yang terdiri dari Ketua Majelis Komisi, Dr Sukarmi, dan didampingi dua anggota majelis, Dr Drs Chandra Setiawan dan Kamser Lumbanradja telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Perkara Nomor 08/KPPU-L/2016 tentang Dugaan Pelanggaran Pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dalam Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak SehatĀ  (selanjutnya disebut Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999)

Ketua KPPU perwakilan Makassar, Ramli Simanjuntak menilai perkara ini berawal dari penelitian dan ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan mengenai dugaan pelanggaran pasal 17 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang dilakukan oleh PT Angkasa Pura Logistik sebagai terlapor I.

“Bahwa objek perkara a quo adalah praktek monopoli yang dilakukan oleh pohak bersangkutan. Dengan pokok keberatan adalah pengenaan tarif ganda (double charge) kepada pengguna jasa,” ucap Ramli melalui pesan tertulis, Rabu (14/6).

Dia mengungkapkan dampak tentang kebijakan logistik nasional terdapat fakta penarikan tarid ganda (double charge) yang dikenakan kepada para pengguna jasa di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar

“Justru tidak mencerminkan amanat pemerintah, khususnya di dalam KM 15 tahun 2010. Selaon itu, dalam mengenakan tarif ganda (double charge), si pengguna jasa tidak mendapatkan prestasi atau tambahan layanan yang seharusnya menjadi sebab pengenaan tarid ganda (double charge) tersebut,” ungkapnya.


div>