SELASA , 23 JANUARI 2018

Aniaya Pelajar SMP, Banpol Dilapor Ke Polisi

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Sabtu , 08 September 2012 10:14

RAKYAT SULSEL . MAKASSAR — Sejumlah warga Pulau Kodingareng, Kecamaten Ujung Tanah, Makassar, mendatangi Polres Pelabuhan Makassar. Kedatangan warga tersebut guna menuntut aparat kepolisian untuk mengamankan seorang terlapor Musdin (43), anggota Bantuan Komunikasi Polisi yang terlibat  kasus penganiayaan terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Nasrun beberapa waktu lalu.

Menurut Tamsil, salah seorang warga Pulau Kodingareng yang melakukan pelaporan ke Polres Pelabuhan, saat ditemui  menyebutkan, kejadian tersebut terjadi dua kali, pada kejadian pertama terlapor kasus penganiayaan menuduh korban Nasrun telah mengempeskan ban sepeda motor anaknya. Nasrun yang tidak tahu apa-apa kemudian dipukuli oleh Musdin bersama anaknya hingga mengalami luka lebam di bagian wajahnya.

Tidak terima perlakuan pelaku, Tamsil pun mendampingi orang tua Nasrun selaku korban penganiyaan melapor di PPA Polres Pelabuhan pada Sabtu (1/9), dengan menumpangi perahu motor dengan jarak tempuh sekitar sejam dari Pulau Kodingareng ke Polres Pelabuhan Makassar.

“Setelah dilaporkan ternyata keluarga Musdin belum berubah, malahan adiknya yang bernama Mardiyah, kembali melakukan penyerangan ke rumah keluarga saya dan menyebabkan sepupu saya bernama Fauziah mengalami beberapa luka lebam dan goresan di wajahnya akibat dianiaya Mardiyah adik Musdin, Rabu (5/9) lalu,” tutur Tamsil yang ikut didampingi beberapa tokoh masyarakat Pulau Kodingareng ini.

Untuk melengkapi pelaporan dua kasus ini, pihak keluarga pelapor kemudian membawa Fauziah divisum di Puskemas Pattingalloang di Kec. Ujung Tanah, Makassar. Dari dua kasus penganiayaan ini, warga Pulau Kodingareng meminta pihak kepolisian segera menindak Musdin dan adiknya, selaku penganiyaan.

“Laporannya memang ada, yang terlapor untuk saat ini belum kita amankan karena kita masih kumpulkan bukti-bukti dan pemeriksaan saksi, selain itu korban juga harus melalui proses visum kemudian disesuaikan dengan laporan korban.” Kata Kepala Satuan Reskrim Polres Pelabuhan, AKP Amrin. (RS8/her/C)


Tag
div>