SELASA , 18 DESEMBER 2018

Anies Gagal, Politisasi Agama Tak Akan Manjur di 2109

Reporter:

Lukman

Editor:

Kamis , 21 Juni 2018 09:12
Anies Gagal, Politisasi Agama Tak Akan Manjur di 2109

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pengamat politik Muradi memprediksi pola yang digunakan kubu oposisi memenangkan Pilgub Jakarta 2017 lalu, bakal digunakan kembali di Pilpres 2019 mendatang.

Hal tersebut mulai terlihat dengan munculnya istilah dari kubu oposisi yang menyebut pendukung Presiden Joko Widodo sebagai Poros Beijing, sementara pihak mereka sendiri diistilahkan sebagai Poros Mekkah.

Menurut Muradi, istilah itu terkesan dimunculkan untuk membangkitkan sentimen keagamaan publik. Namun, pengajar di Universitas Padjadjaran ini memprediksi pola itu tidak akan berhasil.

Pasalnya, kinerja kepemimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Jakarta tidak moncer, bahkan beberapa di antaranya malah menimbulkan kontroversi.

“Sekarang ini malah muncul istilah yang seolah-olah menggambarkan ada penyesalan warga Jakarta memilih Anies-Sandi. Bahkan ada yang menyebut, kalau pilkada kembali digelar mereka akan kalah,” ujar Muradi kepada JPNN, Rabu (20/6).

Muradi menilai, pasangan Anies-Sandi seharusnya bekerja keras di tahun pertama pemerintahannya. Jika itu yang dilakukan, maka upaya mengcopy-paste pola kemenangan Pilgub Jakarta ke Pilpres 2019 bakal efektif.

“Tapi nyatanya kan terkesan mereka tidak melakukan apa-apa. Misalnya, janji rumah DP nol persen, belum jelas realisasinya,” ucap Muradi.

Demikian juga dengan janji menyetop reklamasi. Muradi mengatakan, ternyata sampai saat ini yang disegel hanya melanjutkan penyegelan yang sebelumnya telah dilakukan di era Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Jadi, publik akan melihat enggak ada artinya menarik-narik agama dalam politik. Masyarakat makin cerdas, bisa melihat dala konteks yang lebih luas,” pungkas Muradi. (jpnn)


div>