SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Anies Kagumi Konsep Penataan Kampung Tongkol Dalam

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Selasa , 25 April 2017 10:17
Anies Kagumi Konsep Penataan Kampung Tongkol Dalam

Calon gubernur dan wakil DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

RAKYATSULSEL.COM – Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berencana menerapkan konsep penataan pemukiman ala warga Kampung Tongkol Dalam, Jakarta Utara.

Menurut Anies, mereka berhasil menata kampungnya secara tertib, rapih, dan mandiri. Anies mengacungi jempol atas para insiator dan para pegiat lingkungan.

“Saya datang ke sini karena ada festival kampung, dan disini contohnya karena kita ingin kampung itu ditata, kampung itu sehat dan kampung itu hidup,” jelas Anies usai meninjau lokasi Kampung Tongkol Dalam, kemarin.

Penataan yang dimaksud Anies bukan menggusur melainkan menggandeng seluruh warga bersama fasilitator dan para profesional yang punya pengalaman pengembangan masyarakat.

“Solusi penataan kampung di Jakarta bukan digusur tapi dihidupkan. Kami ingin Jakarta memiliki karakter Jakarta dengan kampung-kampungnya,” kata Anies.

Mantan mendikbud itu mengungkapkan di belakang kampung Tongkol dalam ada tembok warisan kolonial belanda yang usianya ratusan tahun.

“Di belakang sini ada tembok yang usianya ratusan tahun kalau di tempat lain itu adalah harta karun sehingga kebudayaannya dihidupkan warisan sejarahnya dihidupkan dengan melibatkan semua pihak,” tutur Anies

Sementara itu menurut Gugun Muhammad yang merupakan pegiat organisasi masyarakat Anak Kali Ciliwung menjelaskan Kampung Tongkol Dalam sebenarnya masuk kampung yang akan digusur karena dibangun untuk jalan inspeksi dekat anak sungai Ciliwung.

“Kita sempat usulkan kampung inspeksi yang menempatkan warga sebagai penjaga sungai lalu menempatkan diri sebagai kampung wisata, karena ditolak maka kita tunjukkan sekarang mulai secara mandiri,” ucap Gugun.

Inisiatif warga itu berbuah manis. Gugun mengungkapkan dulunya kampung Tongkol Dalam sangat kumuh hingga dia membuat indikator mengenai hewan-hewan jorok seperti tikus dan kecoa yang tinggal di kampung itu.

“Terapi usai kami lakukan pemberdayaan dan mengajak untuk tak lagi buang sampah sembarangan kini lingkungan Kampung Tongkol menjadi bersih dan berdampak pada kualitas kesehatan pada warga,”pungkas Gugun.


div>