SELASA , 13 NOVEMBER 2018

Anies-Sandy Effect Terasa di Sulsel

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 20 April 2017 10:33
Anies-Sandy Effect Terasa di Sulsel

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com– Hasil hitung Cepat (Quick count) Seluruh Lembaga Survei menunjukkan kemenangan Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandy). Dimana, koalisi Partai Politik (Parpol) yang terbangun di Pilgub Jakarta bukan tidak mungkin juga akan terjadi di daerah lain seperti Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Seperti Partai Gerindra dan PKS yang membangun koalisi di Pilgub Jakarta dengan mengusung Anies-Sandy.

Melihat hal itu, Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia (JSI), Arif Saleh menuturkan, kemenangan Anies-Sandy versi hitung cepat lembaga survei, tergolong fenomenal dengan selisih suara di atas 10 persen.

Pasalnya, sebelum pencoblosan, rata-rata lembaga survei memprediksi jika selisih keduanya tergolong tipis, meski memang Anies-Sandy diunggulkan. Ditambah lagi, manuver tim Ahok-Djarot yang gencar melakukan penetrasi ke pemilih lewat pemberian sembako di masa tenang. “Mengacu pada data Quick Count yang rata-rata sudah masuk di atas 90 persen hingga malam ini (tadi malam), maka bisa disimpulkan kalau Jakarta akan memiliki pemimpin baru. Dengan selisih yang tergolong jauh itu, sangat sulit lagi ada perubahan persentase,” ungkap Arif, Rabu (19/4).

Menurut Arif, biasanya pemenang pilkada sulit disimpulkan jika hasil Quick Count selisih antara peraih suara terbanyak dengan kandidat lain dibawah batas marjin error sekitar 1 persen. “Sebenarnya hasil QC itu masih memungkinkan berbeda dengan hasil rekap KPU. Tetapi selisihnya itu masih batas toleransi marjin error. Kalau membaca QC di Jakarta dengan selisih rata-rata di atas 8 persen, bisa dipastikan Anies-Sandy pemenang,” paparnya.

Saat ditanya terkait dampak kemenangan Anies-Sandy untuk Pilgub Sulsel 2018 mendatang, Arif menilai, semangat dan strateginya pasti akan banyak memberikan pembelajaran bagi para kontestan, termasuk semangat koalisi antara Gerindra dan PKS.

“Bisa saja koalisi Gerindra-PKS itu terjadi juga di Sulsel. Apalagi hubungan elit dua partai ini sejak dulu terpelihara. Hanya memang, dua partai ini pasti realistis juga dengan dinamika yang berkembang di daerah, termasuk di Sulsel,” pungkasnya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Andi Luhur Prianto menilai, dampak dari kemenangan Anis-Sandy di Pilgub DKI untuk Pilgub Sulsel mendatang sangat kental. Bukan tanpa alasan, kata Luhur, pada koalisi Parpol di Pilgub Jakarta telah terbangun komunikasi yang baik antara petinggi partai. Sehingga, tinggal pimpinan partai di Sulsel menyesuaikan diri apabila juga ingin membangun koalisi yang sama.

[NEXT-RASUL]

“Bisa saja, Pilgub Jakarta bisa jadi starting awal yg bagus. Apalagi sudah terjadi interaksi antar elit di DPP. Tinggal penyesuaian kepentingan elit lokal masing-masing.Tapi biasa nya sikap partai politik,” ungkapnya.

Namun, Luhur mengatakan, walaupun terjalin komunikasi di elit DPP dalam membangun koalisi. Tetapi, dalam segi politik, Jakarta dan Sulsel tidak bisa disetarakan. “Tidak selalu mencerminkan koalisi yang sama pada semua tempat. Saya kira juga situasi Sulsel relatif berbeda dengan DKI,” jelasnya.

Terkait, dengan koalisi antara Gerindra dan PKS di Pilgub Jakarta. Lanjut Luhur, bukan tidak mungkin juga akan terjadi di Sulsel. Pasalnya, Gerindra dan PKS merupakan Parpol besar yang tentunya menjadi idaman bagi para kandidat nantinya. “Gerindra dan PKS punya peluang yang sama untuk memelihara momentum kemenangan di Pilkada Jakarta. Jadi faktor pembeda sehingga partai ini memiliki posisi tawar yang tinggi bagi figur kandidat dan partai Politik koalisi,” tuturnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani mengatakan sangat bersyukur atas hasil Quick Count tersebut. Menurutnya, kemenangan Anies-Sandy adalah kemenangan seluruh rakyat Jakarta. “Pertama, saya ucapkan selamat kepada Mas Anis dan Bang Sandy, kemenangan yang diraih Partai Gerindra dan partai pengusung dan pendukung lain itu adalah kemenangan rakyat Jakarta. Dan kedua, ini membuktikan jika Partai Gerindra membuktikan akan mampu bekerja bersama rakyat,” kata Idris.

Ia menambahkan, kemenangan Partai Gerindra di Pilkada DKI Jakarta akan berdampak pada Pilkada lain di daerah termasuk Pilgub Sulsel. Ia menilai, getaran kemenangan Partai Gerindra dalam mengusung Anies-Sandy di Pilkada DKI akan membuat kader dan simpatisan Partai Gerindra didaerah untuk memenangkan usungannya. “Saya kira kemenangan di Pilkada DKI Jakarta akan berdampak positif terhadap Partai Gerindra pada Pilkada lain yang akan digelar pada 2018 mendatang. Getaran kemenangan ini akan membuat kader yang ada didaerah untuk bekerja ekstra memenangkan usungan partai di Pilkada 2018 mendatang,” jelasnya.

Khusus untuk Pilgub Sulsel, Idris mengaku akan melakukan konsultasi secara khusus kepada tim pemenangan dari Partai Gerindra di Pilkada DKI untuk memenangkan usungan Partai Gerindra di Pilgub Sulsel. “Tim pemenangan Partai Gerindra di Pilkada DKI kan sudah teruji mengalahkan incumbent dan kekuatan yang besar, makanya kami akan melakukan konsultasi memenangkan Pigub Sulsel nantinya,” pungkasnya.

[NEXT-RASUL]

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sulsel, Irwan ST juga mengaku sangat bersyukur atas kemenangan Anies-Sandy. Menurutnya, kemenangan Anies-Sandy di Pilkada DKI Jakarta adalah bukti kekompakan seluruh tim pemenangan. “Tentu kita sangat bersuka cita atas kemenangan Anies-Sandy ini, saya kira hal ini adalah hasil dari kerja politik dari seluruh tim pemenangan secara maksimal, mulai dari sumber daya manusia, dana, dan doa yang kami panjatkan,” kata Irwan.

Adapun ketika ditanya mengenai peluang PKS dan Partai Gerindra untuk melakukan koalisi pada Pilgub Sulsel 2018 mendatang, Irwan mengatakan hal tersebut sangat mungkin terjadi. Bahkan, Irwan mengaku kemenangan koalisi PKS dan Partai Gerindra di Pilkada DKI Jakarta akan menginspirasi Pilkada lain pada Pilakda 2018.

“Saya kira koalisi PKS dan Gerindra di Pilgub Sulsel mendatang sangat mungkin terjadi. Meski tiap daerah memiliki topologi yang berbeda dan situasi politik berbeda tapi kerjasama PKS dan Gerindra di Pilkada DKI akan menginspirasi daerah lain termasuk di Sulsel. Apalagi komunikasi PKS dan Gerindra pasca Pilpres lalu sangatlah bagus,” terangnya. (E)


div>