SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 27 April 2017 10:18
Anjing Menggonggong, Kafilah Berlalu

ADNAN PURICHTA IYL

MENTAL adalah hal penting yang juga mesti dibangun dalam proses pembangunan sumber daya manusia selain karakter tentunya. Seseorang yang ingin berhasil harus memiliki mental kuat atau yang sering disebut mental baja.

Masih ingat pepatah yang dulu begitu populer “Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu”? Kalimat itu pasti sering terdengar, utamanya dari mulut guru Bahasa Indonesia saat duduk di bangku sekolah dasar.

Pepatah itu adalah pengingat bagaimana mental kita harus kuat menghadapi segala kondisi di sekitar kita, selama yang kita perbuat kita yakini adalah hal baik. Kadang langkah untuk maju, langkah untuk berbuat untuk orang banyak tetap saja menuai ejekan bahkan cemoohan dari orang lain.

Disitulah fungsi mental kuat menghadapinya. Ejekan dan cemoohan itu yang didefenisikan sebagai gonggongan. Jangan berbalik apalagi mundur karena gonggongan itu.

Sama seperti saat anda berjalan melewati rumah atau tempat apapun yang dijaga oleh anjing. Tanpa kita lihat kadang dilagetkan dengan gonggongan anjing. Syukur-syukur anjing itu ada di dalam pagar.

Jika anjing itu terus maju dan mengonggong tanpa henti kadang menyiutkan nyali seseorang. Disitulah kadang mental kita diuji, pilihannya, mundur mencari jalan lain hingga tidak terdeteksi anjing itu atau tetap maju berjalan seperti biasanya dengan santai dan tidak terpengaruh dengan gonggongan itu. Salamaki’ tapada salama. (*)


Tag
div>